Kilang-kilang independen di China bersiap untuk perubahan. Dengan tiba-tiba terhentinya pengiriman minyak dari Venezuela, para operator kilang yang akrab disapa "teapots" kini memutar otak mencari sumber minyak mentah pengganti. Iran dan Rusia menjadi dua nama yang paling sering disebut.
Perubahan drastis ini dipicu oleh aksi Amerika Serikat di Venezuela akhir pekan lalu, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pasca intervensi itu, Caracas dan Washington justru membuat kesepakatan. Mereka setuju mengekspor minyak Venezuela senilai hingga 2 miliar dolar AS ke Amerika. Nah, konsekuensinya jelas: pasokan untuk pasar lain, terutama China, bakal menyusut.
"Drama Venezuela paling berdampak pada kilang-kilang independen China," ujar June Goh, seorang analis di Sparta Commodities.
Ia menambahkan, "Mereka mungkin kehilangan akses ke minyak mentah berat dengan harga diskon."
Artikel Terkait
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!