Kilang-kilang independen di China bersiap untuk perubahan. Dengan tiba-tiba terhentinya pengiriman minyak dari Venezuela, para operator kilang yang akrab disapa "teapots" kini memutar otak mencari sumber minyak mentah pengganti. Iran dan Rusia menjadi dua nama yang paling sering disebut.
Perubahan drastis ini dipicu oleh aksi Amerika Serikat di Venezuela akhir pekan lalu, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Pasca intervensi itu, Caracas dan Washington justru membuat kesepakatan. Mereka setuju mengekspor minyak Venezuela senilai hingga 2 miliar dolar AS ke Amerika. Nah, konsekuensinya jelas: pasokan untuk pasar lain, terutama China, bakal menyusut.
"Drama Venezuela paling berdampak pada kilang-kilang independen China," ujar June Goh, seorang analis di Sparta Commodities.
Ia menambahkan, "Mereka mungkin kehilangan akses ke minyak mentah berat dengan harga diskon."
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Deadlock, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Ganjalan
Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah: Pernyataan JK Soal Syahid Dicabut dari Konteks, Bukan Ajaran Agama
KAI Tegaskan Aksi Taruh Batu di Rel Bekasi Bisa Anjlokan Kereta
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan