Pencapaian ekspor Toyota Indonesia sendiri sebenarnya sedang dalam sorotan positif. Belum lama ini, mereka baru saja merayakan pengiriman kendaraan ke-3 juta unit ke berbagai negara. Acara pelepasan yang penting itu bahkan dihadiri langsung oleh CEO Toyota Motor Corporation, Koji Sato.
“Mewakili Toyota Group kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuannya. Dan seluruh partner kami selama lebih dari 50 tahun,” kata Sato dalam sambutannya di Karawang, Jawa Barat, awal September 2025 lalu.
Perjalanan ekspor Toyota dari Indonesia sudah dimulai sejak 1987, dengan Kijang generasi ketiga yang dikirim ke Brunei. Butuh waktu puluhan tahun untuk mencapai tonggak 1 juta unit di tahun 2018. Namun, hanya dalam empat tahun berikutnya, angka itu melesat menjadi 2 juta unit. Kini, jaringannya telah menjangkau lebih dari 100 negara.
Nah, kembali ke Venezuela. Data Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor Indonesia ke negara itu sepanjang 2025 mencapai USD 66,66 juta, atau sekitar Rp 1,1 triliun. Angka ini naik cukup tajam, 40,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dan kontributor terbesarnya? Sektor otomotif. Komoditas dengan kode HS 87 itu menyumbang nilai fantastis, yakni USD 46,38 juta atau setara Rp 777,3 miliar. Jadi, di tengah situasi politik yang rumit, perdagangan roda empat ternyata masih berdenyut.
Artikel Terkait
Awwe dan Abah Pican Guncang WTC Mangga Dua, Gelak Tawa Sempurnakan Semangat Olahraga
Awwe dan Abah Pican Pecahkan Suasana di WTC Mangga Dua Lewat Nostalgia dan Candaan Khas
RSUP Sardjito Siapkan Gedung Pusat Medis 13 Lantai, Target Selesai 2027
Pertamina dan MIND ID Gasifikasi Batu Bara untuk Gantikan Impor LPG