Rob Genangi Jalan Depan JIS, Pintu Air Pasar Ikan Siaga Bahaya

- Jumat, 02 Januari 2026 | 14:18 WIB
Rob Genangi Jalan Depan JIS, Pintu Air Pasar Ikan Siaga Bahaya

Siang itu, Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara tak lagi seperti biasanya. Permukaannya lenyap, digantikan oleh genangan air yang perlahan merayap. Lokasinya persis di depan Jakarta International Stadium (JIS). Hari Jumat (2/1) itu, banjir rob kembali datang.

Menurut Mohamad Yohan dari Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, ketinggian air di satu ruas jalan itu mencapai sekitar 10 sentimeter. "Jalan tergenang terdapat satu ruas jalan. Ketinggian 10 cm," ujarnya. Penyebabnya jelas: pasang maksimum air laut yang tak terbendung.

Sebenarnya, fenomena ini sudah diantisipasi. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok sudah lebih dulu memberi sinyal peringatan sejak akhir Desember 2025. Mereka menyoroti adanya fase Bulan Purnama dan Perigee, yang konon bisa mendongkrak pasang air laut lebih tinggi dari biasanya. Alhasil, wilayah pesisir utara Jakarta pun jadi langganan genangan rob.

Dampaknya ternyata tak main-main. Kondisi ini memicu kenaikan status Pintu Air Pasar Ikan hingga ke level Siaga 1 atau level Bahaya. Itu terjadi pada Jumat pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

"Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Hari Jumat pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," jelas Yohan lagi.

Menyikapi hal ini, BPBD DKI Jakarta tak tinggal diam. Mereka mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau perkembangan genangan. Tugasnya beragam, mulai dari memastikan pompa penyedot bekerja, mengecek saluran air, hingga berkoordinasi dengan aparat setempat seperti lurah dan camat. Mereka juga bersiap-siap menggelar posko bantuan jika diperlukan warga yang terdampak.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas," tandas Yohan menutup penjelasannya.

Rob memang sudah jadi cerita lama bagi ibu kota. Namun setiap kali datang, ia selalu menyisakan cerita yang sama: genangan, kewaspadaan, dan upaya tak kenal lepas untuk mengatasinya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar