Siang itu, Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara tak lagi seperti biasanya. Permukaannya lenyap, digantikan oleh genangan air yang perlahan merayap. Lokasinya persis di depan Jakarta International Stadium (JIS). Hari Jumat (2/1) itu, banjir rob kembali datang.
Menurut Mohamad Yohan dari Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, ketinggian air di satu ruas jalan itu mencapai sekitar 10 sentimeter. "Jalan tergenang terdapat satu ruas jalan. Ketinggian 10 cm," ujarnya. Penyebabnya jelas: pasang maksimum air laut yang tak terbendung.
Sebenarnya, fenomena ini sudah diantisipasi. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok sudah lebih dulu memberi sinyal peringatan sejak akhir Desember 2025. Mereka menyoroti adanya fase Bulan Purnama dan Perigee, yang konon bisa mendongkrak pasang air laut lebih tinggi dari biasanya. Alhasil, wilayah pesisir utara Jakarta pun jadi langganan genangan rob.
Dampaknya ternyata tak main-main. Kondisi ini memicu kenaikan status Pintu Air Pasar Ikan hingga ke level Siaga 1 atau level Bahaya. Itu terjadi pada Jumat pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.
Artikel Terkait
Waspada Super Flu di Indonesia: Ini Bedanya dengan Flu Biasa yang Bikin Kelenger
Bantuan Dana Hunian Cair untuk Korban Banjir Pidie Jaya
Rob Menggenangi Jalan RE Martadinata, Lalu Lintas Lumpuh Sementara
Korban Pukulan Payung di Depok Pilih Berdamai, Alasannya Bikin Tersentuh