"Hal tersebut menyebabkan kenaikan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Hari Jumat pukul 08.00 WIB dan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," jelas Yohan lagi.
Menyikapi hal ini, BPBD DKI Jakarta tak tinggal diam. Mereka mengerahkan personel ke lapangan untuk memantau perkembangan genangan. Tugasnya beragam, mulai dari memastikan pompa penyedot bekerja, mengecek saluran air, hingga berkoordinasi dengan aparat setempat seperti lurah dan camat. Mereka juga bersiap-siap menggelar posko bantuan jika diperlukan warga yang terdampak.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas," tandas Yohan menutup penjelasannya.
Rob memang sudah jadi cerita lama bagi ibu kota. Namun setiap kali datang, ia selalu menyisakan cerita yang sama: genangan, kewaspadaan, dan upaya tak kenal lepas untuk mengatasinya.
Artikel Terkait
Tawuran Pecah Lagi di Underpass Manggarai, Kembang Api dan Ledakan Mencekam Sore Hari
Dendam Politik SBY dan Manuver Awal Tahun yang Menggetarkan Istana
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tim Forensik Turun Tangan
iShowSpeed Beri Tukang Cukur Rp 84 Juta Usai Tahu Asalnya dari Gaza