Nama Sarifah Suraidah belakangan ramai jadi perbincangan. Istri Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud ini, menarik perhatian publik bukan cuma karena posisinya, tapi juga gaya penampilannya yang kerap menjadi sorotan. Perempuan yang akrab disapa Bunda Harum ini lahir di Balikpapan, tepat pada 1 Januari 1981.
Nah, soal kekayaan, datanya cukup mencengangkan. Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Maret 2025, total asetnya mencapai Rp166,5 miliar. Kekayaan itu tercatat saat ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar.
Jadi, bagaimana ia bisa duduk di Senayan? Kursi itu ia dapatkan setelah menggantikan sang suami, Rudy Mas'ud, yang mengundurkan diri sebelum pelantikan karena maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Pergantian itu pun membawanya langsung ke panggung politik nasional.
Di balik itu semua, pengaruhnya di akar rumput ternyata kuat. Bunda Harum punya jaringan relawan yang solid bernama Bestie Syarifah Suraidah (BSS), yang anggotanya tersebar di berbagai penjuru Kaltim. Jaringan ini menjadi salah satu basis pendukungnya.
Sebelum terjun ke dunia politik, dunia bisnis sudah lebih dulu ia geluti. Tercatat, pada 2014, Sarifah pernah menjabat sebagai direktur di PT Barokah Agro Perkasa. Perusahaan itu bergerak di sektor yang khas Kalimantan: perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
Perannya di ranah sosial juga tak kalah menonjol, terutama setelah menjadi istri gubernur. Ia memegang beberapa jabatan strategis. Di antaranya, Ketua TP PKK Provinsi Kaltim, Bunda PAUD Provinsi, sampai Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Pembina Posyandu.
Belum cukup sampai di situ. Baru-baru ini, ia juga terpilih secara aklamasi memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Timur untuk periode 2025-2029. Jadi, lengkap sudah portofolio organisasinya.
Lalu, bagaimana latar belakang pendidikannya? Menurut data riwayat hidup dari laman MPR, Bunda Harum menempuh sekolahnya di Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan.
Pendidikan terakhirnya adalah lulusan SMK. Rinciannya: SDN 1 Penajam (1988-1994), lalu SLTPN 1 Penajam (1994-1997), dan terakhir SMK Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan Balikpapan (1997-2000).
Latar belakang sebagai lulusan sekolah perawat ini seringkali mengundang decak kagum. Bagaimana tidak, dari sana, perjalanan kariernya melesat hingga ke tingkat nasional. Sebuah transformasi yang jarang terjadi.
Pada akhirnya, Sarifah Suraidah adalah sosok yang kompleks. Seorang legislator, tokoh organisasi, figur publik, sekaligus istri seorang gubernur. Kombinasi peran yang membuat namya terus diperbincangkan.
Artikel Terkait
Nenek 85 Tahun Penjual Cilok Raih Impian Haji dari Tabungan Receh Harian
Mantan Satpam Bobol Rumah Majikan Usai Dipecat, Rugikan Rp40 Juta
Tiket Ludes H-3, Antusiasme Suporter PSM Makassar Meledak Jelang Laga Kandang
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim