Mie instan ditambah nasi saat sahur? Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, itu resep yang kurang tepat. Lewat unggahan di Instagram pribadinya, @bgsadikin, ia mengkritik kebiasaan itu. Memang, perut terasa penuh sesaat. Tapi coba lihat nanti siang hari. Rasa lapar bakal balik menyerang lebih cepat.
“Siapa disini yang makannya mie instan untuk sahur? Supaya satset. Apalagi ditambah sama nasi, cepat kenyang,” ujarnya dalam video yang beredar akhir pekan lalu.
“Nah, kalau makan seperti ini pasti cepat kenyang sih, cuma pada saat sahur doang. Nanti kalau udah siangan pasti kalian laper lagi,” lanjut Budi.
Alasannya sederhana. Kombinasi mie dan nasi, yang tinggi karbohidrat sederhana, bisa memicu gula darah melonjak tajam. Sayangnya, penurunannya juga drastis. Hasilnya, energi tidak bertahan lama dan perut keroncongan sebelum waktunya berbuka.
Lalu, gimana solusinya? Budi punya saran yang menurutnya lebih sehat dan tak bikin kantong jebol. Dia sendiri mempraktikkan menu sahur sederhana: telur rebus dan alpukat. Dua item itu, klaimnya, adalah sumber protein dan lemak baik yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan seharian.
“Menu sahur saya ada dua hal yang menarik. Satu adalah telur rebus karena saya butuh untuk proteinnya. Yang kedua adalah alpukat karena saya butuh lemak baiknya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kilang Dumai dan Balongan Siap Produksi Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah
Kredit UMKM Non-KUR Baru Capai 19,4%, Jauh dari Target Pemerintah
AS dan Israel Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Iran, Teheran Ancang Balas Dendam
Bapanas: Harga Pangan Pokok Stabil Menjelang Ramadan, Kewaspadaan Tetap Diperlukan