Yogyakarta akan segera memiliki tambahan fasilitas kesehatan yang cukup signifikan. Dua BUMN konstruksi, Hutama Karya dan Wijaya Karya (WIKA), baru saja memulai proyek ambisius: membangun Gedung Central Medical Unit (CMU) di kompleks RSUP Dr. Sardjito. Proyek ini dikerjakan lewat skema Kerja Sama Operasi alias KSO.
Nantinya, gedung ini bakal jadi pusat layanan medis yang terintegrasi penuh. Semua fasilitas penting, mulai dari perawatan kritikal, bedah, sampai diagnostik, akan dipusatkan dalam satu bangunan vertikal. Harapannya jelas: layanan untuk pasien bisa lebih cepat dan kapasitas rumah sakit ini sebagai rujukan nasional untuk DIY dan Jawa bagian selatan makin kuat.
Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, membeberkan detail teknisnya. Gedung CMU direncanakan punya 13 lantai utama plus dua basement, dengan total luas menembus 55 ribu meter persegi lebih. “Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027 mendatang,” ujarnya.
Desainnya mengusung konsep stacking vertikal. Tujuannya sederhana tapi krusial: memastikan konektivitas antar ruang dan efisiensi pergerakan pasien serta tenaga medis berjalan optimal.
Soal fasilitas, CMU ini memang disiapkan secara lengkap. Untuk layanan kritis, akan ada ICU, HCU, ruang observasi, dan unit resusitasi. Di bagian bedah, tersedia 21 ruang operasi mayor dan enam ruang operasi minor yang sudah terintegrasi dengan area pra dan pascaoperasi.
Di sisi lain, fasilitas diagnostiknya juga tak kalah canggih. Radiologi akan dilengkapi dengan MRI 3 Tesla, CT-Scan, hingga teknologi mutakhir seperti CT Spectral photon-counting. Selain itu, laboratorium terpadu yang mencakup UPTD, BGSi, serta patologi anatomi dan molekuler juga akan tersedia di sini.
“Proyek ini menjadi bagian dari komitmen BUMN dalam memperkuat infrastruktur kesehatan nasional,” tegas Mardiansyah dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Dia menambahkan, porsi pekerjaan dipegang 70% oleh Hutama Karya dan 30% oleh WIKA. Targetnya, penyelesaian tepat waktu dengan standar mutu dan keselamatan yang tinggi.
Untuk mewujudkannya, KSO Hutama–WIKA ini tak main-main. Mereka menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis standar ISO 19650 dan prinsip lean construction. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan memangkas risiko di lapangan. Koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit juga dilakukan, termasuk pengaturan lalu lintas internal dan sistem keselamatan kerja, agar aktivitas medis yang berjalan tak terganggu selama masa pembangunan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyambut baik proyek ini. Menurutnya, pembangunan CMU sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penguatan infrastruktur rumah sakit.
“Peningkatan kualitas layanan tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan sarana medis yang modern dan terintegrasi,” katanya.
Jadi, inilah salah satu upaya nyata untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang lebih baik di masa depan. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan