Kejagung Datangi Kemenhut, Bawa Kontainer Besar untuk Cocokkan Data

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kejagung Datangi Kemenhut, Bawa Kontainer Besar untuk Cocokkan Data

JAKARTA – Suasana di kantor Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Rabu (7/1) lalu, sempat tegang. Pasalnya, sejumlah penyidik Kejaksaan Agung didampingi personel TNI terlihat mendatangi gedung tersebut. Mereka bahkan membawa keluar sebuah kotak kontainer besar yang kemudian dimuat ke dalam mobil.

Namun begitu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) langsung memberikan klarifikasi. Menurut mereka, kunjungan itu sama sekali bukan penggeledahan. Ristianto Pribadi, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, menegaskan bahwa kehadiran penyidik Kejagung semata untuk mencocokkan data.

"Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung adalah pencocokan data, bukan penggeledahan, dan seluruh rangkaian proses berjalan dengan baik, tertib, serta kooperatif,"

kata Ristianto dalam keterangan resminya, Kamis (8/1).

Data yang dimaksud, menurut penjelasannya, berkaitan dengan perubahan fungsi kawasan hutan lindung di sejumlah daerah. Yang penting digarisbawahi: perubahan itu terjadi di masa lalu, bukan pada periode pemerintahan Kabinet Merah Putih yang sekarang. Proses ini disebutnya sebagai bagian dari penegakan hukum yang mengutamakan ketelitian dan transparansi.

Di sisi lain, pihak Kejagung sendiri masih tutup mulut. Mereka enggan berkomentar soal kunjungan itu. Tapi dari kementerian, sikapnya justru terbuka. Ristianto memastikan Ditjen Planologi Kehutanan bakal mendukung penuh penyidik dengan menyediakan semua data yang dibutuhkan, tentu sesuai aturan yang berlaku.

Bahkan, Kemenhut menyambut baik langkah Kejagung ini. Mereka melihatnya sebagai upaya memperkuat tata kelola kehutanan atau forest governance.

"Sinergi antara kementerian dan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan hutan Indonesia yang transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan demi kepentingan generasi kini dan mendatang,"

tutup Ristianto.

Jadi, meski penampakannya dramatis dengan pengawalan TNI dan kotak kontainer yang dibawa, klaim resmi dari Kemenhut menyatakan ini hanya proses administratif belaka. Sebuah upaya pencocokan data untuk kasus lama. Semuanya, kata mereka, berjalan lancar dan penuh kerja sama.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar