Biasanya, Sungai Banjir Kanal Barat Semarang lebih sering dikenali dengan eceng gondok dan endapan lumpur. Tapi Minggu lalu, pemandangan itu hilang sama sekali. Alirannya tiba-tiba diramaikan oleh perahu-perahu dayung warna-warni yang melaju kencang. Suasana balap pun pecah, menggantikan kesan kumuh yang melekat.
Panjang lintasannya 500 meter. Di bawah sengatan matahari, para peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai atlet klub bertenaga penuh mendayung. Sorak-sorai penonton di bantaran sungai tak henti menggema, mendorong mereka untuk mencapai garis finis.
Yang menarik, di setiap perahu ada seorang penabuh kendang. Mereka berdiri di ujung, memberi aba-aba lewat pukulan ritmis. Teriakan yel-yel dari kru perahu pun terus terdengar, bikin semangat jadi berkobar.
Selain lomba Dragon Boat Racing Mix 500 meter, ada juga kategori Stand Up Paddle 200 meter. Memang, sungai yang jadi arena lomba itu terlihat lebih bersih dari biasanya. Seolah dapat sentuhan baru.
Artikel Terkait
Perfect Match Gegerkan Ibu Kota, Kisah Nyonya Li dan Lima Putrinya yang Heboh Cari Jodoh
Survei Ungkap Jurang Harapan: Elite dan Warga Biaya Punya Tolok Ukur Berbeda Soal Pemimpin Ideal
Ciuman Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati di Sela Rakernas PDIP
Habiburokhman Angkat Bicara: KUHP Baru Jamin Pengkritik Pemerintah Tak Dikriminalisasi