Biasanya, Sungai Banjir Kanal Barat Semarang lebih sering dikenali dengan eceng gondok dan endapan lumpur. Tapi Minggu lalu, pemandangan itu hilang sama sekali. Alirannya tiba-tiba diramaikan oleh perahu-perahu dayung warna-warni yang melaju kencang. Suasana balap pun pecah, menggantikan kesan kumuh yang melekat.
Panjang lintasannya 500 meter. Di bawah sengatan matahari, para peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai atlet klub bertenaga penuh mendayung. Sorak-sorai penonton di bantaran sungai tak henti menggema, mendorong mereka untuk mencapai garis finis.
Yang menarik, di setiap perahu ada seorang penabuh kendang. Mereka berdiri di ujung, memberi aba-aba lewat pukulan ritmis. Teriakan yel-yel dari kru perahu pun terus terdengar, bikin semangat jadi berkobar.
Selain lomba Dragon Boat Racing Mix 500 meter, ada juga kategori Stand Up Paddle 200 meter. Memang, sungai yang jadi arena lomba itu terlihat lebih bersih dari biasanya. Seolah dapat sentuhan baru.
Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian PU, Apri Artoto, menyebutkan kalau event ini memperebutkan Piala Bergilir Menteri PU. Pesertanya mencapai 511 orang, datang dari berbagai daerah.
“Peserta terjauh dari Jawa Barat, yakni Cimahi, sedangkan Jawa Timur dari Pasuruan,” ujar Apri.
Menurutnya, lomba semacam ini adalah wujud komitmen Politeknik PU untuk membina olahraga dayung di tingkat nasional. Bukan cuma sekadar ajang adu cepat.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di lingkungan pendidikan vokasi, sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di lingkungan Kementerian PU,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Politeknik PU Semarang, Brawijaya, menambahkan detail penyelenggaraan. Lomba yang berlangsung dua hari sejak Sabtu itu adalah hasil kolaborasi dengan beberapa pihak.
“Sinergi antarinstansi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara institusi pendidikan, pemerintah, dan organisasi olahraga dalam mendorong kemajuan olahraga dayung nasional,” kata Brawijaya.
Kolaborasi itu melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan PODSI di berbagai tingkatannya. Intinya, kerja sama yang cukup solid. Dan hasilnya terlihat: BKB Semarang, untuk sesaat, berubah menjadi arena olahraga yang hidup dan penuh gelora.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum
Pelaku Begal Bersajam Menyerahkan Diri ke Polisi karena Takut Ditembak
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung, NTT, dan Jabar, Pengamat Sebut sebagai Konsolidasi Politik untuk PSI
DPR: Negara Tak Punya Alasan Abaikan Kesejahteraan Guru, Itu Pelanggaran Konstitusi