NEW YORK Kecaman Iran terhadap Amerika Serikat kembali bergema di ruang sidang PBB. Kali ini, menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores awal Januari lalu. Menurut Iran, aksi itu bukan sekadar pelanggaran, melainkan sebuah tindakan terorisme yang dilakukan oleh negara.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, tak sungkan menyampaikan kecaman keras itu di hadapan Dewan Keamanan. Suaranya tegas.
Baginya, agresi semacam ini adalah pukulan serius bagi perdamaian dunia. Dampaknya bisa meluas ke mana-mana. Di sisi lain, penangkapan seorang kepala negara beserta pasangannya dinilai sebagai pelanggaran mencolok. Bukan cuma melawan hukum internasional, tapi juga menginjak-injak prinsip kekebalan diplomatik yang paling dasar.
Iran pun menegaskan dukungan penuhnya untuk pemerintah dan rakyat Venezuela. Mereka melihat kedaulatan sebuah negara sederajat telah diserang secara frontal.
Artikel Terkait
Suzuki e Vitara Siap Meluncur, Garapan Listrik Pertama di Indonesia
Waspada Guyuran Siang Ini, Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Sedang
Masjid Negara IKN Ditargetkan Siap Sambut Ramadan 1447 H
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati