“India juga salah satu sumber makanan kita. Mereka pun lagi berseteru dengan Pakistan. Dalam keadaan seperti itu, amankah kita bergantung pada negara yang sedang berkonflik?”
Prabowo lalu mengajak hadirin mengingat masa pandemi Covid-19. Saat itu, kata dia, menjadi pelajaran yang sangat berharga. Uang saja tidak cukup.
“Kita semua masih ingat masa Covid. Setiap negara pengekspor makanan menutup pintunya. Kita punya anggaran, tapi tidak bisa membeli. Tidak bisa impor sama sekali.”
Bagi Prabowo, kemandirian di bidang pangan dan energi adalah harga mati. Itu syarat mutlak kalau ingin bangsa ini makmur dan berdiri tegak.
Lalu, ia membeberkan data yang membuatnya bangga. Target swasembada pangan yang dicanangkan di awal pemerintahannya, ternyata bisa dicapai lebih cepat. Untuk beras, Indonesia sudah mencapainya pada akhir tahun 2025.
“Alhamdulillah, target yang saya berikan ke tim pangan kita awalnya empat tahun. Tapi, pada 31 Desember 2025, tepat tengah malam, kita bisa umumkan dengan resmi: di tahun itu, Republik Indonesia sudah swasembada beras.”
Ia pun menyentuh soal cadangan.
“Dan saya juga cukup besar hati. Hari ini, stok beras di gudang-gudang pemerintah kita adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Republik ini berdiri.”
Artikel Terkait
Bencana November 2025: 25 Desa di Aceh dan Sumut Terhapus dari Peta
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda
Target 82,9 Juta Penerima: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kualitas Jelang 2026
Rizki Juniansyah Naik Jadi Kapten, 52 Medali SEA Games TNI Dibayar Kenaikan Pangkat