Ia menegaskan, hubungan antarnegara harus dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepatuhan pada hukum internasional. Masa depan Greenland, katanya, takkan pernah ditentukan oleh postingan media sosial siapa pun.
Di sisi lain, Nielsen dengan bangga memaparkan identitas wilayahnya. Greenland adalah masyarakat demokratis, punya pemerintahan sendiri, mengadakan pemilu yang bebas, dan didukung lembaga-lembaga yang kuat. Itu semua alasan yang cukup solid untuk menolak apa yang ia sebut sebagai "penghinaan" tersebut.
“Sikap kami jelas berlandaskan hukum internasional dan perjanjian yang diakui secara internasional,” ucapnya lagi.
Sejauh ini, baik pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland sendiri telah berulang kali menolak keras segala wacana pelepasan wilayah itu. Denmark masih memegang kedaulatan penuh atas pulau besar yang kaya sumber daya alam ini. Dan jelas, mereka tak berniat melepasnya begitu saja.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Percepat Proyek LNG Raksasa Masela
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Serangan Phishing Saat Lonjakan Transaksi Ramadan-Lebaran