KOPENHAGEN Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk merebut Greenland kembali menuai reaksi keras. Kali ini, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dengan tegas menyatakan wilayah otonomi Denmark itu "tidak untuk dijual". Pernyataannya ini langsung menanggapi komentar Trump yang menyebut pengambilalihan Greenland sebagai "kebutuhan mutlak" bagi keamanan dan ekonomi Amerika.
Namun begitu, pemicu respons langsung Nielsen justru datang dari dunia maya. Sebuah unggahan di media sosial oleh Katie Miller, ajudan senior pemerintahan Trump, menyulut kemarahan. Dalam gambar yang dibagikannya, peta Greenland tertutupi bendera Amerika Serikat, disertai keterangan singkat: "segera".
Bagi Nielsen, postingan itu bukan sekadar lelucon. Ia menyebutnya tidak sopan.
“Gambar yang dibagikan Katie Miller, menunjukkan wilayah kami diselimuti bendera Amerika, tidak mengubah apa pun,” tegas Nielsen lewat pernyataan di Instagram.
“Pesan yang membawa simbolisme kepemilikan bukanlah jalan ke depan,” tambahnya. Menurut Nielsen, unggahan semacam itu mengabaikan status dan hak-hak rakyat Greenland sepenuhnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Percepat Proyek LNG Raksasa Masela
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Serangan Phishing Saat Lonjakan Transaksi Ramadan-Lebaran