Jelasnya. Menurut pengamatannya, penjualan kendaraan hybrid belakangan ini melonjak. Kendaraan jenis ini jauh lebih irit bahan bakar, sehingga turut menahan laju konsumsi gasolin.
Pandangan serupa datang dari Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, Erika Retnowati. Ia menegaskan bahwa rendahnya angka pertumbuhan gasolin ini erat kaitannya dengan perubahan selera masyarakat dalam memilih moda transportasi.
Kata Erika. Ia menambahkan, penggunaan bus juga ikut naik. Dan karena bus umumnya pakai solar, otomatis pengaruhnya terhadap konsumsi bensin jadi berkurang. Di sisi lain, kehadiran kendaraan listrik semakin nyata selama liburan panjang.
Tambahnnya. Jadi, gambaran besarnya mulai jelas. Mobilitas tetap tinggi, tapi konsumsi bensin tak meledak. Masyarakat pelan-pelan beralih, entah ke pesawat, kereta, bus, atau kendaraan yang lebih hemat energi. Tren yang menarik untuk dicermati ke depannya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim Konstitusi
WFH ASN Resmi Dimulai, Airlangga Sebut Potensi Hemat APBN Rp6,2 Triliun
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026
PTPP Amankan Proyek Strategis Jembatan Pulau Laut di Kalsel