Sumatera Utara baru saja dilanda ujian berat. Longsor dan banjir yang melanda dua belas kabupaten dan kota meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun langsung bergerak cepat untuk menangani situasi ini.
Data yang terkumpul hingga Rabu (7/1/2026) malam menunjukkan betapa besarnya tantangan di lapangan. Ada ratusan titik longsoran tebing, puluhan jalan yang putus dan amblas, ditambah jembatan rusak serta genangan banjir. Namun, upaya perbaikan berjalan dengan tempo yang cukup menggembirakan. Menurut rilis resmi, seluruh 263 titik longsoran tebing sudah ditangani. Genangan banjir di 28 titik juga dilaporkan telah surut.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan menunjukkan kemajuan signifikan. Dari 19 titik jalan putus, 14 di antaranya sudah bisa dilalui lagi. Semua jalan yang amblas telah ditangani, dan tujuh jembatan yang rusak pun sudah berfungsi kembali. Tapi, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Masih ada satu segmen yang jadi perhatian utama: Simpang Rampa menuju Sibolga lewat Batu Lubang. Di sini, tanahnya masih labil dan longsoran di lima lokasi membuat akses terputus total. Penanganan darurat di titik ini dinilai belum memungkinkan untuk dilakukan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa keselamatan publik adalah yang utama.
Artikel Terkait
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Data untuk Latih Model
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip