Pemulihan Infrastruktur Sumut Pasca-Bencana: Satu Titik Masih Terisolasi Total

- Kamis, 08 Januari 2026 | 11:40 WIB
Pemulihan Infrastruktur Sumut Pasca-Bencana: Satu Titik Masih Terisolasi Total

Sumatera Utara baru saja dilanda ujian berat. Longsor dan banjir yang melanda dua belas kabupaten dan kota meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun langsung bergerak cepat untuk menangani situasi ini.

Data yang terkumpul hingga Rabu (7/1/2026) malam menunjukkan betapa besarnya tantangan di lapangan. Ada ratusan titik longsoran tebing, puluhan jalan yang putus dan amblas, ditambah jembatan rusak serta genangan banjir. Namun, upaya perbaikan berjalan dengan tempo yang cukup menggembirakan. Menurut rilis resmi, seluruh 263 titik longsoran tebing sudah ditangani. Genangan banjir di 28 titik juga dilaporkan telah surut.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan menunjukkan kemajuan signifikan. Dari 19 titik jalan putus, 14 di antaranya sudah bisa dilalui lagi. Semua jalan yang amblas telah ditangani, dan tujuh jembatan yang rusak pun sudah berfungsi kembali. Tapi, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

Masih ada satu segmen yang jadi perhatian utama: Simpang Rampa menuju Sibolga lewat Batu Lubang. Di sini, tanahnya masih labil dan longsoran di lima lokasi membuat akses terputus total. Penanganan darurat di titik ini dinilai belum memungkinkan untuk dilakukan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa keselamatan publik adalah yang utama.

"Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng," jelasnya.

Untuk segmen Simpang Rampa–Sibolga itu, solusi permanen sedang dirancang, yakni dengan mengalihkan trase jalan. Sementara itu, warga yang perlu ke Sibolga dari Tarutung masih bisa lewat jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha, meski hanya untuk kendaraan kecil.

Kabar baiknya, beberapa koridor utama sudah mulai pulih. Ruas Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer, misalnya, kini sudah terhubung penuh. Mereka masih menyempurnakan jalan sementara atau detour, tapi aksesnya sudah terbuka. Begitu pula koridor Batangtoru–Singkuang yang sudah bisa dilewati kendaraan ringan, walau masih perlu penimbunan dan perbaikan berkala, apalagi cuaca masih sering hujan.

Upaya pemulihan juga terlihat jelas di koridor Sibolga–Batangtoru. Dua jembatan bailey masing-masing sepanjang 33 dan 44 meter telah terpasang dan berfungsi di Aek Garoga. Dengan ini, akses menuju Kota Sibolga sudah memiliki beberapa alternatif jalan nasional dan provinsi, walaupun sebagian rute masih terbatas.

Kalau dilihat dari sebarannya, kerusakan paling banyak terjadi di ruas Batas Kota Tarutung hingga Sibolga, yang mencakup 176 titik kerusakan. Ruas Tarutung–Sipirok juga terdampak cukup berat dengan 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus, 17 titik sudah berhasil difungsikan kembali. Ada satu titik di Jembatan Aek Puli B yang sengaja tidak ditangani karena sudah ada jembatan duplikasi di dekatnya.

Proses pemulihan jelas masih berlanjut, tapi langkah-langkah yang diambil sejauh ini setidaknya telah mengembalikan denyut kehidupan di sebagian besar wilayah yang terdampak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar