Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) soal ekspor kita di November 2025 cukup menarik. Ternyata, dua komoditas andalan kita, minyak sawit dan batu bara, sama-sama mengalami penurunan volume. Kalau dilihat dari angkanya, penurunan untuk kelapa sawit itu yang paling tajam.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, membeberkan rinciannya dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kondisi ini jelas mencerminkan dinamika pasar global yang lagi tak menentu. Bisa jadi karena permintaan yang melemah, atau mungkin juga ada penyesuaian jadwal pengiriman dari para eksportir.
Batu bara pun tak luput dari tren serupa. Komoditas panas ini masih jadi penyumbang devisa utama, meski harus menghadapi tekanan permintaan dari luar negeri. Volumenya tercatat 34,17 juta ton, turun tipis 2,72 persen dibanding November tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran