Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) soal ekspor kita di November 2025 cukup menarik. Ternyata, dua komoditas andalan kita, minyak sawit dan batu bara, sama-sama mengalami penurunan volume. Kalau dilihat dari angkanya, penurunan untuk kelapa sawit itu yang paling tajam.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, membeberkan rinciannya dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kondisi ini jelas mencerminkan dinamika pasar global yang lagi tak menentu. Bisa jadi karena permintaan yang melemah, atau mungkin juga ada penyesuaian jadwal pengiriman dari para eksportir.
Batu bara pun tak luput dari tren serupa. Komoditas panas ini masih jadi penyumbang devisa utama, meski harus menghadapi tekanan permintaan dari luar negeri. Volumenya tercatat 34,17 juta ton, turun tipis 2,72 persen dibanding November tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Batas Utang 40% PDB dan Defisit 3% Sesuai Arahan Presiden
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen di TikTok
Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing di Tengah Gejolak Global
BPKH Salurkan Rp12,92 Triliun untuk Persiapan Biaya Haji 2025