WASHINGTON - Ancaman keras datang dari lingkaran dalam mantan Presiden AS Donald Trump. Kali ini, sasarannya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Intimidasi itu disampaikan lewat mulut sekutu Trump, Senator Republik Lindsey Graham, yang tak ragu menyebut kata "membunuh" secara gamblang.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Graham menyampaikan pesan yang terang benderang. Suaranya tegas, bak peringatan langsung dari Trump sendiri.
Dia tak berhenti di situ. Graham seolah ingin memberi angin pada gelombang protes yang melanda Iran. "Kepada rakyat Iran, bantuan sedang dalam perjalanan," tambahnya penuh keyakinan. Menurutnya, perubahan besar sedang menanti, bahkan bisa jadi pergeseran terbesar di kawasan Timur Tengah.
Ancaman ini bukan muncul dari ruang hampa. Beberapa hari sebelumnya, Khamenei sempat mengakui bahwa tuntutan para demonstran itu masuk akal. Namun begitu, dia tetap bersikukuh bahwa kerusuhan tak akan ditoleransi. Pemerintah Iran pun disebut tengah berunding dengan para pemilik toko di Teheran yang ikut mogok, berusaha meredakan situasi.
Artikel Terkait
Target 82,9 Juta Penerima: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kualitas Jelang 2026
Rizki Juniansyah Naik Jadi Kapten, 52 Medali SEA Games TNI Dibayar Kenaikan Pangkat
Pohon-Pohon Bercerita: Video Mapping Meriahkan Malam di Sesar Lembang
MNC Life dan BPD DIY Kolaborasi, Asuransi Jiwa Kredit untuk Pinjaman Personal