Pekan ketiga Januari 2026 nanti, pemandangan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dan Asia Afrika bakal berubah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah punya rencana: membongkar tiang-tiang monorel mangkrak yang sudah lama jadi bagian dari langit ibu kota. Rencana ini, ternyata, dibenarkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, sang pemilik aset.
Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengonfirmasi hal tersebut melalui keterbukaan informasi ke BEI, Kamis lalu. “Memang benar ada rencana pembongkaran dari Pemprov DKI. Hanya saja, sampai sekarang kami masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.
Pembahasan itu dinilai penting. Soalnya, tiang-tiang itu bukan barang sembarangan itu aset perusahaan yang status hukumnya jelas. Rozi menyebut dua dasar hukum: Putusan Pengadilan tahun 2012 dan pendapat hukum Jaksa Pengacara Negara tahun 2017. Jadi, urusannya nggak bisa asal tebang.
“Kami terus berkomunikasi dengan semua stakeholder,” kata Rozi. Tujuannya, mencari solusi terbaik untuk masalah yang sudah bertahun-tahun mengganggu pemandangan ini.
Di sisi lain, nada dari Pemprov DKI terdengar lebih tegas. Sejak Senin (5/1), Pramono, yang mewakili pemerintah daerah, sudah menyatakan kesiapannya. “Minggu ketiga Januari mulai (dibongkar),” tegasnya.
Ceritanya, surat permintaan pembongkaran sudah dikirim ke Adhi Karya pada November 2025. Mereka dikasih waktu satu bulan buat bertindak. Tapi, karena responsnya dianggap kurang, Pemprov memutuskan turun tangan sendiri.
“Kami sudah kasih batas waktu. Kalau mereka tidak bisa lakukan, ya kami yang akan melakukan sendiri,” tambah Pramono, menjelaskan alasan di balik sikap tegas itu.
Menanggapi itu, ADHI lewat Rozi menyatakan komitmennya untuk menjaga koordinasi. “Kami berkomitmen menjalin komunikasi baik dengan Pemprov DKI, memastikan semua proses berjalan sesuai tata kelola perusahaan dan ketentuan berlaku,” jelasnya.
Yang cukup menarik, perseroan menegaskan bahwa rencana pembongkaran ini sejauh ini tidak dianggap sebagai peristiwa material. Artinya, menurut mereka, hal ini tidak akan memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan atau harga saham ADHI di bursa.
Jadi, tinggal menunggu waktu. Apakah pembongkaran pekan ketiga Januari nanti benar-benar terjadi? Atau masih ada ruang negosiasi? Yang jelas, tiang monorel mangkrak itu akhirnya dapat perhatian serius setelah sekian lama terbengkalai.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
Wall Street Mendekati Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Konflik Iran
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026