Nilai ekspor Indonesia ternyata masih menunjukkan tren positif jika dilihat dari data terbaru. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, dari Januari hingga November 2025, angka ekspor kita menyentuh USD256,56 miliar. Cukup menggembirakan, karena nilainya naik 5,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, yang menyampaikan data ini dalam konferensi pers Senin (5/1/2026), mengonfirmasi capaian tersebut.
Namun begitu, kalau kita bedah lebih dalam, ceritanya jadi tidak seragam. Di balik kenaikan keseluruhan itu, sektor migas justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Nilai ekspor migas anjlok 17,64 persen, hanya menyumbang USD11,81 miliar. Untungnya, sektor non-migas mampu menopang dengan pertumbuhan 7,07 persen, menyumbang USD244,75 miliar dari total angka tadi.
Lalu, siapa pahlawannya? Peningkatan ekspor non-migas ini digerakkan terutama oleh dua sektor: industri pengolahan dan pertanian. Kontribusi industri pengolahan bahkan mencapai 10,41 persen. Beberapa komoditas yang kinclong di sektor ini antara lain minyak kelapa sawit, perhiasan, kimia dasar organik dari hasil pertanian, logam dasar non-besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Dorong Swasembada Pangan Meluas ke Komoditas Non-Beras
Kemenhub Percepat Perluasan Celukan Bawang untuk Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk
Prabowo Beri Tenggat Satu Minggu untuk Cabut Izin Tambang Ilegal
Kenangan Coffee Resmi Buka Gerai Pertama di Taipei, Perkenalkan Kopi Nusantara