Bangka Belitung Terapkan WFH untuk ASN, Tapi Layanan Tetap Jalan
Guna menyesuaikan sistem kerja, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya memutuskan untuk memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya. Langkah ini resmi dijalankan. Namun begitu, ada satu hal yang ditekankan: pelayanan publik kepada masyarakat sama sekali tidak boleh terganggu.
Penjabat Sekretaris Daerah setempat, Fery Afriyanto, menyebutkan bahwa kebijakan ini diterapkan secara terukur, mengacu pada Surat Edaran Gubernur. Menurutnya, semuanya sudah dikaji matang. Tujuannya jelas, agar roda pemerintahan dan pelayanan tetap berputar normal.
“Penerapan WFH tidak akan mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat dan tetap dilaksanakan secara optimal,” tegas Fery.
Nah, perlu dicatat, tidak semua pegawai boleh tinggal di rumah. Beberapa posisi kunci justru diwajibkan tetap datang ke kantor atau Work From Office. Mereka yang dimaksud adalah para pejabat struktural seperti Sekretaris Daerah sendiri, Kepala Dinas, Kepala Biro, Staf Ahli, dan para Asisten.
Di sisi lain, unit-unit kerja yang sehari-harinya berhadapan langsung dengan warga juga akan beroperasi penuh dari kantor. Jadi, jangan khawatir.
Layanan-layanan penting sebut saja Pendapatan Daerah, sektor Kesehatan, Pendidikan, hingga urusan Perizinan dipastikan tetap berjalan seperti biasa. Sistem tatap muka di loket-loket pelayanan masih berlaku.
Pada intinya, perubahan pola kerja ini cuma soal penyesuaian. Komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, disebutkan akan tetap dijaga. Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, kualitas layanan dijanjikan tidak akan turun.
Kebijakan ini kini sudah mulai berlaku. Tinggal menunggu waktu membuktikan apakah janji pelayanan yang optimal itu benar-benar terwujud di lapangan.
Artikel Terkait
Panglima TNI Izinkan Prajurit Bantu Polri Berantas Aksi Begal di Sejumlah Wilayah
PT KCN Salurkan 33 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Sambut Iduladha
Survei: 70 Persen Anak Muda Lebih Pilih Chat daripada Angkat Telepon, Kecemasan Jadi Faktor Utama
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan