Di Istana Negara, Rabu lalu, Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah tegas. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diminta segera mengevaluasi dan menindak tegas praktik tambang ilegal di Indonesia. Arahan ini disampaikan langsung dalam Taklimat Presiden kepada para menteri dan pejabat tinggi negara.
Menurut sejumlah saksi, Prabowo mengaku telah menerima laporan soal ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah yang beroperasi di kawasan hutan lindung. Dia tak tinggal diam. Data itu kemudian diverifikasi ke Kementerian Kehutanan, dan temuannya makin memperkuat: banyak dari tambang itu bahkan tak punya izin untuk menebang kayu sekalipun.
"Segera evaluasi. Kalau nggak jelas, cabut semua itu," tegas Prabowo dengan nada keras.
Dia menambahkan, pemerintah sudah kehabisan waktu untuk bersikap lunak. "Kita sudah nggak ada waktu untuk terlalu kasihan. Nggak ada kasihan sekarang. Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," ucapnya.
Pesan itu jelas: kepentingan pribadi atau kelompok mana pun tak boleh jadi penghalang. Prabowo bahkan menyebut secara gamblang. "Kepentingan kawan, kepentingan konco, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok nomor berapa?" tanyanya retoris. Dia mendesak agar evaluasi dilakukan secepat mungkin.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli
Pengguna Tri Dapat Tukar Poin Jadi Voucher Diskon Hotel Mister Aladin