Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela akhir pekan lalu benar-benar menggegerkan dunia. Pasukan AS bergerak pada hari Sabtu, menangkap Presiden Nicolas Maduro langsung dari negaranya. Ia lalu dibawa ke Amerika untuk menghadapi pengadilan. Tuduhannya berat: terorisme dan penyelundupan narkoba.
Tak cuma itu, Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan mengambil alih pemerintahan Caracas. Langkah ini, tentu saja, langsung memicu gelombang kecaman internasional.
Di sisi lain, sekutu-sekutu utama Venezuela pun tak tinggal diam. China, Rusia, dan Iran termasuk yang paling vokal mengecam aksi Washington tersebut. Mereka melihat ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang keterlaluan.
Beijing, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, menyampaikan protes resmi dengan nada yang sangat keras.
Artikel Terkait
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru