"Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam pengajuan visa haji. Data biometrik ini akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk,"
Memang, sebenarnya jamaah bisa rekam mandiri. Tapi Kemenhaj paham, tidak semua orang lancar dengan teknologi. Makanya, bantuan tetap disediakan di kantor. Ini langkah sederhana untuk mencegah kesulitan yang tidak perlu, terutama bagi jamaah yang kurang akrab dengan perangkat digital.
Waktunya juga mendesak. Batas akhir input data adalah 8 Februari 2026. Itu sebabnya, daerah dengan jumlah jamaah besar perlu ekstra cepat. "Harus diselesaikan secepatnya," kata Ian menekankan, agar semua data masuk tepat waktu.
Pada akhirnya, harapannya sederhana: dengan layanan di hari libur, seluruh proses administrasi bisa lebih cepat, tertib, dan yang pasti, memberikan kepastian bagi calon jamaah haji. Semua demi kelancaran ibadah.
Artikel Terkait
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi
Pemerintah Perketat Skrining Kesehatan Jemaah Haji Usai Sorotan dari Arab Saudi
APBN 2025: Defisit Melebar, Purbaya Tegaskan Langkah Jaga Ekspansi Ekonomi
Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar