Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:15 WIB
Prabowo Ganjarkan Bonus Rp1 Miliar per Emas SEA Games, Total Tembus Rp465 Miliar

Presiden Prabowo Subianto benar-benar memberikan kejutan manis untuk para atlet pelaku sejarah di SEA Games Thailand 2025. Bonus langsung digelontorkan, dan angkanya fantastis. Untuk setiap atlet yang berhasil membawa pulang medali emas, mereka menerima Rp1 miliar. Sebuah rekor baru sebagai bonus terbesar yang pernah diberikan negara.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang bertugas menyalurkan apresiasi ini, mengungkap total dananya mencapai Rp465,25 miliar. Menurutnya, transfer dana itu sudah langsung dilakukan ke rekening masing-masing atlet dan pelatih lewat Bank BRI.

“Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih melalui Bank BRI. Total dananya Rp465.250.000.000. Ini angka yang luar biasa,”

Ujar Erick saat melaporkan realisasi penyaluran tersebut kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis lalu. Suasana di Istana terasa hangat dan penuh kebanggaan.

Nah, untuk peraih medali perak, bonus yang diterima sebesar Rp315 juta. Sementara atlet dengan medali perunggu mendapatkan Rp157 juta. Namun begitu, pemberian dana sebesar ini tidak dibiarkan begitu saja. Kemenpora juga sudah memberikan literasi keuangan. Tujuannya jelas, agar para atlet bisa mengelola uang mereka dengan bijak untuk masa depan.

“Bonus yang Presiden berikan, yang negara berikan, selalu Bapak pesankan kepada kami, ini adalah amanah untuk masa depan mereka,”

Kata Erick menegaskan pesan Presiden.

Dalam acara pelaporan itu, Prabowo tampak menyerahkan secara simbolis buku rekening berisi bonus kepada beberapa perwakilan atlet. Di antaranya ada Edgar Xavier Marvelo dari cabang wushu, Martina Ayu Pratiwi si tangguh triathlon, dan atlet skateboard Basral Graito Hutomo. Momen itu sekaligus menjadi penegasan bahwa kerja keras mereka di panggung olahraga regional benar-benar dihargai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar