Jakarta – Di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis lalu, suasana tak seperti biasanya. Belasan meja berjejer, masing-masing dipenuhi aneka hidangan dalam kemasan. Inilah uji cita rasa makanan yang bakal disajikan untuk jemaah haji 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, KH Mochammad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, beserta sejumlah pejabat kementerian.
Vendor dari berbagai perusahaan tampil mengajukan diri. Mereka ingin menjadi penyedia makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) untuk musim haji mendatang. Tujuannya jelas: menghadirkan cita rasa Nusantara di Tanah Suci.
Usai mencicipi, Gus Irfan berbagi pemikirannya.
"Kami berusaha menghadirkan berbagai makanan seperti yang sudah dilihat tadi, ada nasi, ada bumbu," ujarnya.
Dia melanjutkan, pihaknya berupaya agar bahan-bahan pokok, seperti beras, bisa diimpor langsung dari Indonesia ke Arab Saudi. "Itu gak mudah," akunya, "tapi kita masih bekerja keras."
Menurutnya, harapan untuk tetap bisa menikmati masakan Indonesia selama berhaji sudah lama disampaikan jemaah. Makanya, upaya menghadirkan rasa rumah ini dianggap penting. Soalnya, banyak jemaah terutama yang sudah sepuh kerap kesulitan beradaptasi dengan makanan lokal di sana. Kalau perut tidak nyaman, ibadah bisa terganggu.
Artikel Terkait
Indonesia dan 21 Negara Muslim Kutuk Keras Kunjungan Israel ke Somaliland
RSHS Tegaskan Super Flu di Bandung Bukan Istilah Medis, Masyarakat Diminta Tenang
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji
Aam Sapulete Bantah Keras: SBY Tak Ada Urusan dengan Isu Ijazah Jokowi