"Karena kami sadar, makanan menjadi salah satu penunjang kesehatan para jamaah kita," tegas Gus Irfan.
Ibadah haji butuh fisik yang kuat. Maka, soal gizi tidak bisa dianggap remeh. Selain rasa, standar gramasi dan kualitas nutrisi juga diawasi ketat. Beberapa institusi seperti IBP Pangan, NHI Bandung, dan Sahid Jakarta dilibatkan untuk memastikan semuanya memenuhi kelayakan.
Di sisi lain, kebutuhan bumbu diperkirakan melonjak. Tahun lalu angkanya sekitar 400 ton. Nah, untuk tahun ini, proyeksinya bisa mencapai 600 ton seiring peningkatan kualitas layanan.
Layanan konsumsi haji 2026 akan ditangani belasan penyedia. Mereka tak hanya menyiapkan RTE untuk masa puncak di Arafah dan Mina, tapi juga menu khusus seperti bubur dan kacang hijau untuk jemaah lansia. Semua diatur sedemikian rupa agar jemaah tetap sehat dan kuat menjalani rangkaian ibadah.
Reporter: Shodiq Ramadhan
Artikel Terkait
Hunian Sementara dan Harapan Baru untuk Warga Bukit Tempurung
Trump Minta Damai di Suriah: AS Berhubungan Baik dengan Dua Kubu yang Bertikai
KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kuasa Hukum Tantang Eggi Sudjana dan Kawan-Kawan Bersaksi di Sidang Ijazah Jokowi