Jakarta bergerak cepat. Pemerintah berupaya mempercepat pembangunan Hunian Sementara atau Huntara bagi korban banjir dan longsor yang kehilangan tempat tinggalnya. Bencana hebat itu bahkan menghapus peta, dengan 25 desa di Aceh dan Sumatera Utara dinyatakan hilang tertimbun material.
Targetnya, pembangunan Huntara ini bisa selesai dalam tiga bulan ke depan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Kamis lalu.
“Proses relokasi ini butuh tempat dan waktu. Koordinasi harus berjalan secepat mungkin. Kalau bisa kurang dari tiga bulan, ya kita kejar. Tapi target kita, tiga bulan ini harus sudah selesai,” ujar Tito.
Namun begitu, pembangunan hunian sementara bukan satu-satunya fokus. Pemerintah ternyata juga akan menjalankan pembangunan hunian tetap atau Huntap secara paralel. Jadi, sementara warga menempati Huntara, proses penyiapan rumah permanen juga sudah dimulai.
Menurut Tito, pendanaan untuk Huntap ini punya beberapa skema. “Yang pertama tentu melalui APBN, dengan Kementerian PUPR sebagai koordinator utama. Lalu ada juga skema gotong royong yang melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Artikel Terkait
RSHS Tegaskan Super Flu di Bandung Bukan Istilah Medis, Masyarakat Diminta Tenang
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji
Aam Sapulete Bantah Keras: SBY Tak Ada Urusan dengan Isu Ijazah Jokowi
Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Terlibat Laporan Hukum ke Pandji Pragiwaksono