Fadli Zon Resmikan Gedung Baru, Situs Pugungraharjo Bangkit untuk Generasi Mendatang

- Sabtu, 22 November 2025 | 08:40 WIB
Fadli Zon Resmikan Gedung Baru, Situs Pugungraharjo Bangkit untuk Generasi Mendatang
Revitalisasi Situs Pugungraharjo

Di Desa Pugung Raharjo, Lampung Timur, suasana tampak berbeda. Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru saja menginjakkan kaki untuk meresmikan Gedung Koleksi Baru di Situs Taman Purbakala Pugungraharjo. Langkah ini bukan sekadar seremoni belaka. Ini adalah upaya konkret untuk melindungi dan menyajikan beragam artefak dari situs yang menyimpan jejak peradaban dari berbagai zaman.

Fadli dengan tegas menyatakan gedung ini adalah fondasi penting. Bukan cuma untuk menjaga sejarah panjang Lampung Timur, tapi juga warisan peradaban di selatan Sumatera. Menurutnya, ini berkaitan erat dengan posisi Indonesia yang punya megadiversity budaya.

"Indonesia punya kekayaan budaya yang luar biasa. Keragaman ini, yang saya sebut megadiversity, rentang waktunya juga sangat panjang. Dari jutaan tahun lalu, ratusan ribu, hingga puluhan ribu tahun yang lalu,"

jelas Fadli dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).

Ia berharap, dengan penataan lingkungan, ekskavasi, dan revitalisasi gedung ini, masyarakat bisa memanfaatkannya secara maksimal. Gedung ini diharap jadi titik awal pelestarian bersama, terutama untuk warisan budaya di kawasan ini.

Di akhir sambutannya, Fadli menekankan pentingnya kolaborasi. Ia ingin warisan sejarah ini tetap hidup lewat gotong royong antara pemerintah daerah dan pusat.

"Saya harap ada kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Situs-situs seperti ini perlu ekosistem yang baik agar jadi living heritage yang membangun jati diri kita,"

tuturnya.

Sementara itu, Iskandar Mulia Siregar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, menyebut revitalisasi ini sebagai bagian dari pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Baginya, ini adalah satu kesatuan penting dalam upaya pelestarian cagar budaya, sesuai amanat UU Pemajuan Kebudayaan.

"Pelestarian cagar budaya memang tidak mudah. Perlu dilakukan terus-menerus dan bersama-sama. Revitalisasi Gedung Koleksi di Situs Pugung Raharjo ini baru langkah awal. Masih panjang perjalanan kita ke depan,"

ungkap Iskandar.

Pendapat serupa disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Menurutnya, revitalisasi ini bukan cuma soal melestarikan kebudayaan, tapi juga menyelamatkan kenangan masyarakat Lampung, khususnya warga Lampung Timur.

"Revitalisasi gedung koleksi punya tujuan besar: menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam setiap artefak, prasasti, dan cerita di situs ini. Warisan ini milik kita semua, dan juga generasi mendatang,"

kata Jihan.

Ia juga menambahkan, pihaknya fokus menyelesaikan infrastruktur sebagai tujuan utama pembangunan dan pengungkit ekonomi.

Gedung koleksi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Kebudayaan. Fokusnya pada pelestarian tinggalan budaya dari berbagai periode di Pugungraharjo, mulai dari masa megalitik hingga perundagian.

Dengan fasilitas yang lebih layak, koleksi temuan arkeologi kini bisa ditata, didokumentasi, dan dipamerkan dengan standar lebih baik. Sesuai prinsip pelestarian modern. Harapannya, gedung ini bisa jadi sarana edukasi yang informatif bagi publik.

Selepas peresmian, Fadli meninjau kawasan Situs Taman Purbakala Pugungraharjo yang luasnya mencapai 33 hektare. Di sana, ia melihat langsung punden berundak dan temuan terbaru dari ekskavasi yang masih berlangsung.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat seperti Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Rachmanda Primayudha, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, serta perwakilan DPRD, dinas, dan tokoh adat setempat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar