Nah, puncaknya diprediksi belum terjadi. Franoto menyebut hari Minggu, 4 Januari 2026, akan menjadi puncak kedatangan. Sekitar 37.498 penumpang diperkirakan naik kereta, sementara yang turun bisa mencapai 49.812 orang. “Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat seiring penjualan tiket yang masih berlangsung,” tambahnya.
Meski padat, kabar baiknya masih ada tiket tersisa. Untuk keberangkatan tanggal 4 Januari, ketersediaannya sekitar 13.000 tiket. Secara total, tiket yang laris manis selama periode Nataru (18 Desember hingga 4 Januari) mencapai 800.901 lembar.
Franoto juga mengingatkan para calon penumpang. “Kami imbau untuk datang lebih awal ke stasiun, perhatikan jadwal, dan manfaatkan fasilitas boarding face recognition. Biar proses naik kereta lebih cepat dan tertib,” katanya.
Di sisi lain, KAI masih memberikan stimulus berupa diskon tarif hingga 30% untuk perjalanan jarak jauh hingga 10 Januari mendatang. Hingga saat ini, tiket diskon yang terjual sudah menyentuh angka 353.000.
Selama masa Nataru ini, operasional kereta di Daop 1 Jakarta memang ditingkatkan. Ada 86 perjalanan kereta jarak jauh yang dijalankan, terdiri dari 68 KA reguler, 16 KA tambahan, plus 2 layanan KA Motis. Layanan lokal seperti Pangrango dan Siliwangi juga tetap jalan, telah mengangkut lebih dari 100.000 penumpang sepanjang periode liburan.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan komitmen mereka untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Semua upaya difokuskan untuk mendukung kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan penumpang hingga masa arus balik benar-benar usai.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions