Upaya pelacakan dan pemastian kondisi WNI dilakukan secara aktif oleh KBRI Caracas, berkoordinasi dengan seluruh perwakilan RI lain di kawasan. Mereka bekerja di tengah situasi yang makin rumit.
Latar belakang ketegangan ini sebenarnya sudah mengendap. Armada laut AS disebut-sebut telah mengepung Venezuela sejak akhir tahun lalu. Presiden AS Donald Trump membenarkan manuver itu, dengan dalih memerangi jaringan penyelundupan narkoba dan minyak yang terkena sanksi internasional. Bagi banyak pengamat, langkah ini jauh lebih dari sekadar operasi polisioner biasa.
Dan perkembangan hari ini justru lebih mencengangkan. Kabar yang beredar masih perlu konfirmasi lebih lanjut menyebutkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh tentara AS dalam operasi tersebut. Keberadaannya hingga berita ini diturunkan masih gelap, tidak diketahui dengan pasti.
Nuansa narasinya berubah dari krisis menjadi misteri. Sementara itu, di tengah ketidakpastian politik dan militer yang ekstrem, upaya perlindungan warga negara asing, termasuk dari Indonesia, terus berjalan. Semoga keadaan segera membaik.
Artikel Terkait
Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji