Pelatihan militer untuk ribuan aparatur sipil negara (ASN) bakal segera dimulai. Kementerian Pertahanan menegaskan, program Komponen Cadangan atau Komcad ini sepenuhnya bersifat sukarela. Tidak ada paksaan sama sekali.
Hal itu ditekankan oleh Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Rabu lalu.
"Itu sifatnya tetap sukarela. Garisbawahi," ujar Rico dengan tegas.
"Syarat-syaratnya adalah sukarela. Jadi tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya. Tidak ada."
Meski kuota yang disiapkan mencapai 4.000 orang, angka akhir peserta sebenarnya bergantung pada keputusan masing-masing kementerian atau lembaga. Rico menjelaskan, pihaknya hanya memberikan alokasi. Nantinya, akan ada proses seleksi internal di tiap instansi untuk menentukan siapa yang benar-benar ikut.
"Contohnya, kementerian A punya seribu pegawai, kementerian B lima ratus. Kuotanya bisa saja cuma lima puluh orang untuk A, dan sepuluh untuk B," paparnya.
Menurutnya, seleksi ini penting untuk memastikan kondisi calon peserta. "Tujuannya dipastikan yang bersangkutan sehat, tidak ada kondisi fisik yang membatasi."
Soal apakah peserta harus laki-laki atau perempuan, Rico mengatakan hal itu diserahkan sepenuhnya kepada instansi masing-masing. Mereka yang dikirim adalah yang mendaftar dari dalam.
Rencananya, pelatihan akan digelar mulai April 2026 nanti. Pelaksanaannya dibagi dua gelombang.
"Gelombang pertama dua ribu orang, berlangsung sekitar satu setengah bulan. Lalu dilanjutkan gelombang kedua dengan jumlah yang sama, juga satu setengah bulan," tutur Rico.
Wacana ini sebenarnya sudah disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akhir Januari lalu. Saat itu, dia menyebut sekitar 4.000 ASN di wilayah Jakarta akan mendapat pelatihan dasar militer. Sasaran utamanya adalah pegawai berusia 18 hingga 35 tahun.
Artikel Terkait
Andi Arief: Ekonomi Nasional Hadapi Tantangan, Demokrat Siapkan Solusi untuk Prabowo
Harga Emas Dunia Tertekan, Analis Sebut Tren Bearish Masih Dominan
Otoritas Australia Gerebek Penangkaran Ilegal 100.000 Kecoak Eksotis Senilai Rp2,5 Miliar di Bathurst
Dishub Siapkan 10 Rute Alternatif untuk CFD Perdana di Jalan HR Rasuna Said