Sebuah konvoi bantuan akhirnya sampai juga di Ain Al Arab, Suriah utara. Menurut keterangan PBB pada Selasa (24/2), pasokan untuk para pengungsi kini mulai didistribusikan. Kota yang juga dikenal sebagai Kobani ini memang masih bergulat dengan situasi yang sulit.
OCHA, badan urusan kemanusiaan PBB, melaporkan bahwa 27 truk penuh muatan tiba di lokasi pada Senin (23/2) kemarin. Isinya? Mulai dari makanan, bahan bakar, sampai perlengkapan medis. Ini jadi secercah harapan, meski keadaan di lapangan masih jauh dari kata pulih.
"Pasokan listrik memang sudah nyala, tapi belum stabil. Cuma sekitar 40 persen dari kebutuhan yang terpenuhi," jelas OCHA. Kekurangan bahan bakar pun masih jadi masalah serius. Harganya melambung tinggi, sementara ketersediaannya sangat terbatas.
Di sisi lain, otoritas setempat punya prioritas yang jelas: akses ke listrik dan layanan kesehatan harus segera ditingkatkan. Sementara itu, dari mulut ke mulut para pengungsi, kebutuhan mendesak mereka lebih konkret: kasur untuk tidur, selimut penghangat, jeriken air, dan tentu saja, makanan.
Memang, beberapa pasar sudah mulai buka kembali. Bahan pangan bisa ditemui. Tapi jangan tanya soal harganya. Keterbatasan pasokan membuat harga tetap mahal, sulit dijangkau oleh kebanyakan keluarga.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu