Bantuan PBB Akhirnya Tiba di Ain Al Arab, Kobani Mulai Terima Distribusi

- Rabu, 25 Februari 2026 | 21:15 WIB
Bantuan PBB Akhirnya Tiba di Ain Al Arab, Kobani Mulai Terima Distribusi

Sebuah konvoi bantuan akhirnya sampai juga di Ain Al Arab, Suriah utara. Menurut keterangan PBB pada Selasa (24/2), pasokan untuk para pengungsi kini mulai didistribusikan. Kota yang juga dikenal sebagai Kobani ini memang masih bergulat dengan situasi yang sulit.

OCHA, badan urusan kemanusiaan PBB, melaporkan bahwa 27 truk penuh muatan tiba di lokasi pada Senin (23/2) kemarin. Isinya? Mulai dari makanan, bahan bakar, sampai perlengkapan medis. Ini jadi secercah harapan, meski keadaan di lapangan masih jauh dari kata pulih.

"Pasokan listrik memang sudah nyala, tapi belum stabil. Cuma sekitar 40 persen dari kebutuhan yang terpenuhi," jelas OCHA. Kekurangan bahan bakar pun masih jadi masalah serius. Harganya melambung tinggi, sementara ketersediaannya sangat terbatas.

Di sisi lain, otoritas setempat punya prioritas yang jelas: akses ke listrik dan layanan kesehatan harus segera ditingkatkan. Sementara itu, dari mulut ke mulut para pengungsi, kebutuhan mendesak mereka lebih konkret: kasur untuk tidur, selimut penghangat, jeriken air, dan tentu saja, makanan.

Memang, beberapa pasar sudah mulai buka kembali. Bahan pangan bisa ditemui. Tapi jangan tanya soal harganya. Keterbatasan pasokan membuat harga tetap mahal, sulit dijangkau oleh kebanyakan keluarga.

Ada hal menarik yang dicatat OCHA. Banyak pengungsi sebenarnya ingin pulang ke kampung halaman mereka. Tapi niat itu terbentur rasa was-was. Kekhawatiran akan keamanan dan kabar soal penjarahan masih menghantui, menjadi penghalang besar untuk kepulangan massal.

Selain ke Ain Al Arab, bantuan juga sampai di kamp Ak Burhan, di barat laut Suriah, pada hari yang sama. Kamp ini menampung lebih dari seribu keluarga yang sebelumnya direlokasi dari kamp Al Hol. Kebanyakan dari mereka warga Suriah dan Irak.

Keadaan di Ak Burhan sedikit lebih baik. Layanan dasar seperti listrik dan air mengalir secara rutin. Begitu tiba, keluarga-keluarga langsung mendapat bantuan berupa makanan siap santap, makanan hangat, dan roti dari para mitra kemanusiaan. Paket kebersihan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya juga dibagikan.

Secara keseluruhan, upaya bantuan sejak awal Januari 2026 terhitung cukup masif. Para pekerja kemanusiaan sudah menjangkau hampir 190.000 orang di Aleppo dan beberapa kegubernuran timur laut. Mereka mengerahkan 29 konvoi dengan lebih dari 300 truk bantuan. Upaya ini terus berjalan, meski tantangan di lapangan tak pernah benar-benar surut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar