Kapolri Minta Maaf dan Minta Masyarakat Tak Berhenti Mengkritik Polri

- Rabu, 31 Desember 2025 | 03:50 WIB
Kapolri Minta Maaf dan Minta Masyarakat Tak Berhenti Mengkritik Polri

Di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, suasana terasa berbeda saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara. Pada Selasa (30/12/2025) itu, di tengah rilis capaian akhir tahun, ada sebuah permintaan yang mencuri perhatian. Sigit secara terbuka meminta masyarakat tak berhenti mengoreksi kinerja Polri. Bukan sekadar pernyataan formal, tapi sebuah ajakan yang terasa personal.

Dia bahkan membuka dengan permohonan maaf. Kepada seluruh elemen masyarakat, Sigit mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan tugas institusinya. Pimpinan Polri, katanya, sepenuhnya menyadari bahwa banyak hal masih perlu dibenahi. Pengakuan itu disampaikan tanpa tedeng aling-aling.

"Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat dan bangsa Indonesia khususnya, atas nama pimpinan Polri, mewakili keluarga besar Polri, kami menghaturkan dari lubuk hati kami yang paling dalam permohonan maaf," ujar Sigit.

Nada suaranya tegas namun rendah hati. Bagi Sigit, keterbukaan terhadap kritik bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Itulah jalan utama untuk perbaikan Korps Bhayangkara. Tanpa kontrol dan masukan dari publik, Polri tak mungkin bisa berjalan dengan baik. Intinya, mereka butuh masyarakat.

"Tentunya kami mohon untuk terus didukung, dikoreksi, dan diperbaiki," lanjutnya.

Hanya dengan begitu, tugas kepolisian bisa benar-benar memenuhi harapan orang banyak.

Lalu, bagaimana komitmen ke depan? Sigit menjanjikan pembenahan yang berkelanjutan. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan, bukan sekadar wacana. Institusinya dituntut mampu menjawab harapan publik, terutama dalam menciptakan rasa aman dan keadilan yang nyata.

"Ke depan kami akan terus melakukan perbaikan. Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung, sebagai yang terdepan dalam melindungi dan menolong masyarakat, khususnya masyarakat kecil maupun kelompok rentan," tegasnya.

Di sisi lain, pendekatannya juga akan diubah. Sigit menegaskan komitmen untuk mengedepankan cara yang lebih humanis dan responsif dalam pelayanan. Akses layanan kepolisian harus mudah dijangkau dan manfaatnya dirasakan oleh siapa saja.

Menurut Sigit, semua tantangan keamanan dan ketertiban ini tak bisa diselesaikan Polri sendirian. Kuncinya ada pada kemitraan. Pada kebersamaan. Itulah mengapa sinergi dengan masyarakat, lewat beragam kegiatan sosial dan keagamaan, akan terus diintensifkan. Sebuah langkah yang diharapkan bisa memperpendik jarak antara aparat dan warga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar