AGAM - Upaya membangun hunian sementara atau huntara untuk korban banjir bandang di Agam, Sumatra Barat, terus digenjot. Di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian, kerangka 117 unit huntara tahap pertama sudah mulai terlihat bentuknya. Progresnya sendiri, kata pihak berwenang, sudah mencapai separuh jalan.
Namun begitu, cuaca jadi tantangan tersendiri. Hujan yang kerap turun sempat memperlambat pekerjaan. Untuk mengatasinya, BNPB mengambil beberapa langkah konkret.
“Kita sudah meminta dari Tim OMC ini bisa menambahkan jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di wilayah Palembaian,” jelas Ary Laksmana, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Minggu (28/12/2025).
Selain berusaha 'menahan' hujan, percepatan juga dilakukan di lapangan. Caranya? Dengan menambah jumlah tenaga kerja secara signifikan. Awalnya, personel gabungan hanya terdiri dari 100 anggota TNI dan enam tukang ahli. Jumlah itu rencananya akan dilipatgandakan.
“Selain itu, kami juga akan menambah tenaga ahli pertukangan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya dan dibagi menjadi dua shift,” tambah Ary.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tak Naik April 2026
Polda Metro Jaya: Belum Ada Indikasi Keterlibatan Sipil dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun