Peringatan: Kisah ini mengangkat peristiwa yang sangat menyedihkan. Bila Anda atau orang terdekat sedang bergulat dengan beban pikiran yang berat, jangan ragu untuk segera minta bantuan ke tenaga profesional atau layanan kesehatan mental terdekat.
Suasana di bantaran Sungai Tonjung, Burneh, Bangkalan, pagi itu benar-benar mencekam. Warga digegerkan oleh kabar hilangnya seorang ibu dan anaknya yang diduga menceburkan diri ke sungai. Peristiwa naas itu terjadi Selasa (31/3/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Ruqaiyah (35) dan putranya yang masih berusia delapan tahun.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan penyisiran. Mereka memakai perahu karet, menyusuri aliran sungai yang sunyi dengan harapan yang kian menipis.
Di tepian, seorang nenek terduduk lemas. Tangisnya pecah menyayat hati. Dia baru saja menemukan barang-barang milik menantu dan cucunya itu. Tas ransel, sandal, dan beberapa benda pribadi lainnya tergeletak. Yang membuat bulu kuduk berdiri, sandal kecil sang anak ditemukan mengambang di air. Temuan ini semakin mengerucutkan dugaan bahwa keduanya sengaja masuk ke dalam sungai.
Menurut penuturan keluarga, Ruqaiyah memang punya riwayat gangguan jiwa. Kekhawatiran sudah lama mengendap di hati mereka. “Korban sebelumnya pernah menunjukkan niat untuk mengakhiri hidup,” ujar seorang kerabat, suaranya tertahan.
Semuanya berawal saat Ruqaiyah membawa anaknya pergi dari rumah di kegelapan dini hari. Keluarga yang menyadari kepergian mereka langsung berhamburan mencari.
Ila, salah satu keluarga korban, mencoba menggambarkan kepanikan itu.
“Posisi terakhir mereka kelihatan sekitar jam empat pagi. Kami sudah keliling semua jalan, tahu dia bawa ransel. Sudah tiga jam mencari, akhirnya balik ke sini dan nemuin tasnya. Isinya ada pakaian, dompet, HP. Ada juga sandal ibunya. Lalu, setelah dicari lagi, kami lihat sandal anaknya ada di dalam air,” kenang Ila, Selasa itu.
Namun begitu, ada satu hal yang membuat kepanikan keluarga dan warga melonjak. Sehari sebelum kejadian, dua ekor buaya muara sempat terlihat berkeliaran di aliran sungai yang sama. Penampakan reptil buas itu sempat membuat heboh.
Memang, kedua buaya itu akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. Tapi bayangannya tetap saja menambah kecemasan yang sudah bertumpuk. Pikiran-pikiran terburuk sulit dihalau.
Sementara itu, di Sungai Tonjung, upaya pencarian terus berlangsung tanpa henti. Harapan mungkin semakin kecil, tapi usaha tak boleh berhenti. Semua mata tertuju pada aliran air yang kelam, menunggu satu titik terang dari nasib ibu dan anak yang hilang.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok