Hujan Tak Halangi, 117 Huntara untuk Korban Banjir Agam Segera Rampung

- Minggu, 28 Desember 2025 | 21:25 WIB
Hujan Tak Halangi, 117 Huntara untuk Korban Banjir Agam Segera Rampung

AGAM - Upaya membangun hunian sementara atau huntara untuk korban banjir bandang di Agam, Sumatra Barat, terus digenjot. Di Lapangan SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembaian, kerangka 117 unit huntara tahap pertama sudah mulai terlihat bentuknya. Progresnya sendiri, kata pihak berwenang, sudah mencapai separuh jalan.

Namun begitu, cuaca jadi tantangan tersendiri. Hujan yang kerap turun sempat memperlambat pekerjaan. Untuk mengatasinya, BNPB mengambil beberapa langkah konkret.

“Kita sudah meminta dari Tim OMC ini bisa menambahkan jam terbang untuk mengurangi intensitas hujan yang terjadi di wilayah Palembaian,” jelas Ary Laksmana, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Minggu (28/12/2025).

Selain berusaha 'menahan' hujan, percepatan juga dilakukan di lapangan. Caranya? Dengan menambah jumlah tenaga kerja secara signifikan. Awalnya, personel gabungan hanya terdiri dari 100 anggota TNI dan enam tukang ahli. Jumlah itu rencananya akan dilipatgandakan.

“Selain itu, kami juga akan menambah tenaga ahli pertukangan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya dan dibagi menjadi dua shift,” tambah Ary.

Dengan sistem dua shift, pengerjaan diharapkan bisa berjalan tanpa henti dari pagi hingga malam. Di lokasi, empat unit alat berat sudah terlihat sibuk. Baja ringan pondasi telah berdiri, sementara pemasangan dinding mulai dilakukan setahap demi setahap.

Sementara huntara tahap I masih dalam pengerjaan, persiapan untuk tahap berikutnya sudah dimulai. BNPB bersama Pemkab Agam telah meninjau lokasi baru di Kecamatan Palembaian yang sama.

Lokasi itu adalah lahan milik warga yang dipinjamkan. Rencananya, akan ada 84 unit huntara lagi yang dibangun di sana. Saat ini, proses administrasi seperti penyiapan surat persetujuan dan SK Bupati sedang digarap. Pembersihan lahannya sendiri sudah dimulai sejak hari ini.

Semua upaya ini bertujuan satu hal: segera memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke tempat tinggal yang lebih layak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar