Perubahan iklim bukan lagi sekadar peringatan untuk masa depan. Ia sudah di sini, dan dampaknya terasa nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan hal itu, dengan menyoroti satu bukti yang makin sering kita rasakan: hujan ekstrem yang datang lebih keras dan lebih sering.
Ambil contoh Siklon Tropis Senyar yang menerjang Sumatra di akhir 2025 lalu. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, kejadian itu bukan cuma badai biasa. Siklon itu memecahkan rekor.
Ujarnya, seperti dikutip dari Media Indonesia, Jumat (13/2/2026).
Nah, fenomena semacam Senyar ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari tren pemanasan global yang terus bergulir. Buktinya? Lihat saja catatan suhu udara kita. Tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah Indonesia, dengan suhu rata-rata menyentuh 27,5°C. Meski agak turun, tahun 2025 pun masih masuk dalam jajaran tahun terpanas, menempati peringkat keenam.
Lalu, bagaimana kondisi kita ke depan? Ardhasena menyebut potensinya makin mengkhawatirkan kalau aksi mitigasi tak segera diperkuat. Proyeksi BMKG cukup suram: suhu di seluruh wilayah Indonesia bisa naik hingga 1,6°C pada periode 2021–2050.
Artikel Terkait
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014