Perjalanan bersama Toyota Veloz Hybrid EV membawa kami bertemu sosok kunci di balik kesibukan wisata Bromo. Di tengah lalu lintas jip tua yang hilir mudik menuju lautan pasir, ada Arlex Mardiyansyah, atau yang akrab disapa Ardi. Dialah Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, orang yang mengatur puluhan Toyota Hardtop legendaris itu.
Menurutnya, aktivitas wisata di sana tak cuma mengandalkan pesona alam. Semua juga bergantung pada pengelolaan di lapangan. Nah, paguyuban inilah yang jadi garda depan untuk menjaga semuanya tetap berjalan tertib.
“Untuk saya sendiri, kita sebagai Paguyuban Jip Trans Bromo saya sendiri koordinator utamanya, alias ketuanya, yang menaungi kurang lebih 70 jip,” ujar Ardi saat kami berbincang.
Intinya, paguyuban dibentuk agar puluhan armada itu tidak saling sikut berebut penumpang. Mereka punya sistem antrean yang ketat. Tujuannya sederhana: memastikan setiap pengemudi dapat giliran yang adil.
“Sistem paguyuban itu untuk mengatur flow keluar-masuk jip ketika ada orderan. Jadi kita harus antrean, urut, biar tidak satu jip itu mengangkut dua kali,” jelasnya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Lancar, Bakauheni Siapkan Enam Kapal Tambahan
JTT Terapkan Contra Flow di Tol Jakarta-Cikampek untuk Antisipasi Arus Balik
Korlantas Terapkan Sistem One-Way Lokal di Ruas Tol Semarang-Solo untuk Antisipasi Kemacetan
Ledakan Guncang Kilang Valero di Port Arthur, Tidak Ada Korban Jiwa