Pagi itu di Pelabuhan Bakauheni, suasana ramai namun tak sesak. Kendaraan berdatangan sejak subuh, tapi arus lalu lintasnya tetap lancar. Tidak terlihat antrean panjang yang mengular, baik untuk sepeda motor maupun mobil. Ini adalah gambaran puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang pertama, yang ternyata berjalan cukup mulus.
Menurut pantauan di lokasi, ratusan kendaraan bergerak perlahan masuk ke kapal penyeberangan. Mereka menuju Jawa dari Sumatera. Kendaraan dengan pelat B dari Jakarta tampak mendominasi, diikuti pelat BA (Sumatera Barat), BE (Lampung), dan BH (Jambi). Meski ramai, situasinya terkendali.
Yang menarik, buffer zone atau zona penampungan di dermaga pun tidak penuh. Dari tujuh dermaga yang ada, hanya dermaga satu, dua, dan tiga yang terisi. Itu pun tidak sampai meluber. Bahkan, di beberapa titik, hanya satu hingga tiga lajur saja yang terpakai. Para pengemudi pun tak perlu menunggu lama untuk bisa naik ke kapal.
Executive Director Regional Dua PT ASDP Indonesia Ferry, Zulvidon, memberikan data konkret. Hingga tanggal 23 Maret 2026, tercatat sudah 13.145 kendaraan yang menyeberang dari Bakauheni.
"Kami menyampaikan di H 1 ini tanggal 23 Maret. Jadi, yang sudah menyeberang hari ini, reservasi untuk roda 2 kurang lebih 6.000 sepeda motor. Update tadi jam 14.00. Terus untuk yang kendaraan golongan empat atau roda empat itu 7.145 unit," jelas Vidon.
Namun begitu, kewaspadaan tetap dijaga. Pihak pelabuhan tidak mau kecolongan jika tiba-tiba terjadi lonjakan. Mereka sudah menyiapkan enam kapal tambahan sebagai antisipasi.
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, memaparkan skemanya. Tiga kapal pertama sudah siap di tempat dan bisa langsung dioperasikan.
"Ada tiga kapal tambahan untuk tiga dermaga saja dulu. Mengingat kondisi saat ini... masih agak landai, sehingga kondisi kapal kami tambahkan tiga," ujar Suratno.
Lalu, bagaimana dengan tiga kapal sisanya? Rencananya, ketiganya akan dikerahkan jika arus kendaraan membludak dan mulai padat. Skala operasinya pun akan ditingkatkan, dengan lima kapal yang beroperasi di lima dermaga reguler secara bersamaan.
"Setelah ini, ketika terjadi kepadatan, maka kami akan menambahkan tiga kapal lagi. Skemanya, semua dermaga kecuali eksekutif akan dioperasikan lima kapal," pungkasnya.
Jadi, meski arus balik terpantau lancar, kesiapan untuk skenario terburuk tetap dipasang. Semuanya agar perjalanan pulang usai Lebaran tetap aman dan nyaman.
Artikel Terkait
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba
MNC Digital Resmi Luncurkan V+Short, Platform Micro Drama Premium untuk Pasar Global