Dari ruang kendali 91 Command Center di Nusa Dua, Bali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti satu opsi buat para pemudik yang masih di kampung halaman. Ia mengimbau masyarakat mempertimbangkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku 25-27 Maret 2026. Imbauan ini disampaikan Selasa (24/3) sore, usai ia memimpin rapat virtual pemantauan arus balik dan objek wisata.
Intinya, Sigit ingin beban jalan tak menumpuk hanya di satu hari. “Kita memberikan relaksasi,” ujarnya.
“Selain pelaksanaan puncak arus balik hari ini tanggal 24, pada tanggal 25, 26, dan 27 Maret ada kebijakan pemerintah untuk WFA. Ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat agar tidak semuanya memilih balik hari ini, sehingga diharapkan bisa mengurai puncak arus balik.”
Menurutnya, skema WFA itu bentuk kelonggaran dari pemerintah. Tujuannya jelas: mendistribusikan arus kendaraan agar tak serentak memadati jalan.
Di sisi lain, Sigit juga membeberkan data evaluasi mudik tahun ini. Ada kabar baik. Meski jumlah pemudik melonjak signifikan, angka kecelakaan lalu lintas dan tingkat fatalitas justru turun. “Tentunya ini menjadi penekanan kita agar sampai dengan rangkaian arus balik selesai, angka-angka tersebut bisa dipertahankan,” tegas mantan Kabareskrim itu.
Namun begitu, ia tak mau jumawa. Ada ancaman cuaca yang harus diwaspadai, khususnya di Indonesia bagian Timur. Cuaca buruk berpotensi mengganggu jalur penyeberangan.
“Ada potensi terjadinya hujan di wilayah timur, ini menjadi catatan. Kita minta semua anggota betul-betul mempersiapkan diri menghadapi apabila terjadi cuaca yang tidak baik, sehingga rekayasa dan pengaturannya bisa lebih baik,” tambah Sigit.
Ia menekankan, kesuksesan pengamanan arus mudik dan balik ini buah dari kolaborasi banyak pihak. Sinergi antara Polri, TNI, dan instansi terkait lain ia apresiasi. “Keberhasilan pelayanan mudik dan balik ini adalah keberhasilan bersama. Kami selalu mendorong untuk kita bersinergi dan berkolaborasi sehingga pelayanan terbaik bisa diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Rapat di Nusa Dua itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta hadir langsung, bersama Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Tampak juga perwakilan dari Kemenhub, Basarnas, BMKG, hingga Jasa Raharja. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam Operasi Ketupat 2026.
Dalam agenda itu, Kapolri didampingi Astamaops Komjen Fadil Imran dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Sementara secara virtual, ikut menyimak para Kapolda, Kapolres, serta Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Polairud Polda Riau Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Sosial di Pesisir Indragiri Hilir
Pemprov DKI Canangkan HUT ke-499 Jakarta di Rasuna Said, Ajak Warga Pilah Sampah
Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Mertua, Akui Gelisah karena Khawatirkan Nasib Anak Balita
Polrestabes Surabaya Bekuk 44 WNA Pelaku Penipuan Daring Internasional Bermodus Kantor Polisi Palsu