Polda Metro Jaya baru saja mengirimkan surat undangan klarifikasi resmi. Surat itu ditujukan kepada Inara Rusli dan Insanul Fahmi, menyusul laporan dugaan perzinaan yang diajukan Wardatina Mawa. Tujuannya jelas: mendengar langsung keterangan dari pihak yang dilaporkan.
“Penyidik sudah mengirimkan undangan klarifikasi untuk IR, baik itu dia sebagai terlapor maupun pelapor,”
Demikian penjelasan Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, kepada para wartawan pada Sabtu (20/12). Ia menegaskan langkah ini sebagai bagian dari proses penyelidikan standar.
Nah, posisi Inara Rusli dalam kasus ini memang agak rumit. Statusnya tidak tunggal. Di satu sisi, dia adalah terlapor dalam laporan perzinaan Mawa. Di sisi lain, dia sendiri sebelumnya melaporkan Insanul Fahmi atas dugaan penipuan. Undangan klarifikasi ini punya dua tujuan: mendalami perannya dalam kedua kasus yang saling berkait itu.
“Nanti hasilnya akan kami rilis lebih lanjut. Yang pasti, penyidik sudah kirim undangan,” tambah Reonald menutup penjelasannya.
Semua ini berawal dari gosip panas yang sudah lama beredar. Polemik rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa akhirnya meledak ke permukaan. Pemicunya, Mawa dikabarkan punya bukti kuat soal perselingkuhan suaminya dengan Inara Rusli. Daripada berlarut-larut, Mawa memilih jalur hukum.
Laporannya sendiri sudah tercatat di Polda Metro Jaya sejak 22 November tahun lalu. Dalam laporan itu, Mawa menuding suaminya melakukan tindakan asusila bersama mantan istri Virgoun tersebut. Bukti-bukti pendukung pun dilampirkan, katanya ada video dari rekaman CCTV dan juga beberapa tangkapan layar percakapan.
Sebelum undangan untuk Inara dan Insanul dikirim, Mawa sendiri telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor pada awal Desember lalu. Prosesnya kini bergulir, tinggal menunggu respons dari pihak yang diundang.
Artikel Terkait
Kemenkeu Respons Outlook Negatif Moodys, Peringkat Baa2 Tetap Dipertahankan
Menkeu Tegaskan Pengisian Ketua OJK Harus Lewat Pansel, Bantah Isu Penunjukan Langsung
Jaecoo Catat 12.000 Pemesanan untuk J5 EV di Indonesia, 3.000 Unit Telah Terkirim
Lavrov Peringatkan Rusia Tak Akan Diam Jika Ketegangan AS-Iran Meledak