Namun begitu, ada kabar baik yang disampaikan BMKG. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Jadi setidaknya, ancaman gelombang besar bisa dikesampingkan.
Lalu, apa penyebabnya? Daryono mengungkapkan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa dangkal. Pemicunya adalah aktivitas deformasi atau perubahan bentuk batuan di dalam Lempeng Laut Maluku.
"Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik, atau thrust fault," katanya menerangkan.
Singkatnya, lempeng bumi di sana sedang menyesuaikan diri. Dan penyesuaian itu terasa hingga ke daratan, mengingat lokasinya yang tidak terlalu dalam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait kerusakan atau korban jiwa. Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi juga waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret