Menyambut Natal dan Tahun Baru, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan soal ketersediaan cabai. Ia memastikan stok aman dan harga pun bakal stabil. Upaya konkretnya? Pemerintah baru saja membeli langsung hasil panen petani di Aceh.
Tak tanggung-tanggung, pembelian itu mencapai 40 ton. Cabai-cabai segar itu berasal dari sentra produksi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Yang menarik, 15 ton di antaranya langsung diterbangkan ke Jakarta. Menggunakan pesawat Hercules TNI AU, cabai itu dikirim dari Bandara Rembele menuju Halim Perdanakusuma.
“Kita ingin semua tersenyum,” ujar Amran dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
“Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada berteriak salah satunya.”
Di sisi lain, dari lapangan juga datang kabar yang cukup melegakan. Guntur, seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), mengaku para pedagang terus berkoordinasi. Tujuannya jelas: menjaga distribusi agar lancar dan harga tidak melonjak tak terkendali.
“Kami koordinasi dengan teman-teman di Pasar Induk Kramat Jati untuk gerak cepat,” tuturnya.
“Pendistribusiannya harus kita atur sedemikian rupa agar kondisi pasar kondusif, harga stabil, dan tidak memicu gejolak.”
Guntur sendiri tampak optimis. Menurutnya, harga cabai kemungkinan besar akan terjaga hingga akhir tahun. Pasokan, kata dia, tidak bergantung pada satu daerah saja. Melainkan datang dari berbagai penjuru sentra produksi nasional.
“Untuk menghadapi Nataru, kemungkinan harga cabai masih tetap terkontrol aman,” katanya meyakinkan.
Ia pun punya alasan. Saat ini, panen dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mulai melimpah ruah. Belum lagi tambahan pasokan dari Sulawesi Selatan dan tentu saja, Aceh. Dengan kondisi seperti ini, harapannya momen pergantian tahun bisa dilalui dengan tenang, tanpa kekhawatiran soal harga cabai yang melambung tinggi.
“Jadi insyaallah nanti sampai Nataru harga terkontrol aman,” pungkas Guntur.
Artikel Terkait
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Jangkar Stabilitas Kawasan di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Pemerintah Jamin Tidak Ada PHK Massal terhadap PPPK di Tengah Pembatasan Belanja Pegawai Daerah
Pemerintah Perluas Hilirisasi ke Sektor Kehutanan, Migas, dan Kelautan Demi Nilai Tambah Komoditas