Perusahaan kelapa sawit Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) baru saja mendapat suntikan dana segar. Kali ini, sumbernya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Nilainya tak main-main, mencapai Rp4,85 triliun.
Fasilitas kredit itu dialokasikan untuk empat anak usahanya. PT Sahabat Mewah dan Makmur mendapat jatah terbesar, Rp1,64 triliun. Disusul PT Kayung Agro Lestari sebesar Rp1,39 triliun. Lalu, ada PT Austindo Nusantara Jaya Agri yang dapat Rp760 miliar, dan PT Austindo Jaya Agri Siais senilai Rp1,06 triliun.
"Nilai fasilitas yang tersedia untuk dimanfaatkan oleh perusahaan terkendali adalah maksimal sebesar Rp4,85 triliun,"
Demikian penjelasan manajemen ANJT dalam laporan keterbukaan informasi, Jumat lalu. Mereka menyebut transaksi ini material, lantaran nilainya melampaui 50% dari total ekuitas perseroan.
Soal ketentuan, pinjaman ini dibebani bunga 7,5% per tahun. Tenornya cukup panjang, berakhir pada 19 Maret 2037. Tentu saja, ada sejumlah syarat dan ketentuan perbankan biasa yang wajib dipatuhi oleh para penerima pinjaman.
Menurut perusahaan, langkah ini diambil untuk mengelola keuangan grup secara lebih optimal. Tujuannya jelas: mendukung kebutuhan operasional agar berjalan efisien. "Dilakukan secara wajar, sesuai praktik perbankan umum," tambah mereka.
Ini bukan pinjaman pertama bagi ANJT tahun ini. Masih segar dalam ingatan, pada Mei 2025 lalu mereka juga mengamankan fasilitas serupa dari PT Bank Central Asia Tbk. Nilainya Rp1,6 triliun, juga untuk kepentingan anak-anak usahanya.
Kondisi keuangan ANJT memang sedang menjadi sorotan. Apalagi, belum lama ini perusahaan mengalami perubahan kepemilikan. Pengusaha Ciliandra Fangiono, melalui First Resources Ltd dan PT Ciliandra Perkasa, resmi mengakuisisi perusahaan ini. Transaksi akuisisi itu sendiri dikabarkan bernilai sekitar Rp5,5 triliun.
Dengan dua pinjaman besar dalam setahun, plus perubahan pemegang saham pengendali, perjalanan bisnis ANJT ke depan tentu akan menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
KPK Perpanjang Penahanan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 30 Hari
Tony Fernandes Bersiap Luncurkan Maskapai Baru di Tengah Tekanan Industri Penerbangan
Polri Peringatkan Masyarakat soal Maraknya Judi Bola dan Penipuan Tiket Nobar saat Piala Dunia 2026
Kemenhaj Bentuk Satgas Haji Nonprosedural, Cegah 20 Ribu Kasus Ilegal Per Tahun