Namun begitu, ancaman yang dihadapi tak cuma soal keamanan konvensional. Cuaca ekstrem belakangan ini juga jadi perhatian serius.
“Sejalan dengan prediksi BMKG, TNI juga menyiagakan prajurit untuk antisipasi dan penanganan bencana, termasuk banjir, longsor, dan cuaca ekstrem, melalui koordinasi dengan instansi terkait,” ungkap Freddy.
Jadi, selain berjaga, prajurit-prajurit ini juga dipersiapkan untuk kemungkinan terjadinya bencana alam di tengah musim yang tak menentu.
Dia memastikan, seluruh satuan TNI di daerah sudah dalam kondisi siap tempur. Kesiapsiagaan ditingkatkan, koordinasi dengan berbagai pihak diperketat. Harapannya, respons terhadap setiap perkembangan situasi selama Nataru nanti bisa dilakukan dengan cepat dan tepat. Semua sudah disiapkan, tinggal menunggu waktu pelaksanaannya.
Artikel Terkait
Prabowo Geram: Sampah di Bali Dinilai Ancam Pariwisata Nasional
Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal, Satgas Buru Lokasi di Hutan
Gempa Dangkal M 4,1 Guncang Bener Meriah di Pagi Buta
Kolaborasi BRI dan BP Batam Pacu Investasi dan Daya Saing UMKM