IHSG Diproyeksi Tembus 9.018, Tapi Waspadai Jebakan Koreksi

- Rabu, 28 Januari 2026 | 06:15 WIB
IHSG Diproyeksi Tembus 9.018, Tapi Waspadai Jebakan Koreksi

IHSG masih punya peluang untuk melanjutkan penguatan di perdagangan Rabu (28/1/2026) nanti. Meski begitu, hati-hati, karena koreksi masih mengintai. Analis memproyeksikan indeks bisa bergerak ke area 8.992 hingga 9.018, meski di saat bersamaan juga rentan tertekan.

Catatan dari perdagangan kemarin, IHSG ditutup sedikit menguat 0,05 persen ke level 8.980. Yang menarik, penguatan itu diiringi volume pembelian yang meningkat. Jadi, ada sinyal positif di sana.

Namun begitu, MNC Sekuritas dalam risetnya mengingatkan untuk tetap waspada.

"Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi. Waspadai area koreksi yang berada di 8.708-8.790. Adapun area penguatan diperkirakan berada di 8.992-9.018," tulis mereka.

Secara teknis, level support diperkirakan ada di 8.852 dan 8.816. Sementara resistance berada di kisaran 9.039 dan 9.120. Nah, dalam kondisi seperti ini, beberapa saham dinilai menarik untuk dicermati. Berikut ulasannya.

Pertama, ada Barito Pacific (BRPT). Saham ini kemarin melonjak 4,65 persen ke Rp2.700 dengan volume beli yang solid. Rekomendasinya adalah Buy on Weakness di rentang Rp2.560-Rp2.630. Target harga ditetapkan di Rp2.840 dan Rp2.960, dengan stoploss di bawah Rp2.520.

Lalu, Sinergi Inti Andalan Prima (INET) juga menunjukkan performa bagus. Menguat 1,36 persen ke Rp448 dan yang penting, bertahan di atas MA60. Strateginya serupa: Buy on Weakness di area Rp412-Rp434. Targetnya Rp468 dan Rp492, stoploss di bawah Rp392.

Berbeda sedikit dengan dua saham sebelumnya, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) justru terkoreksi ke Rp1.245. Tapi jangan salah, koreksi ini disertai peningkatan volume beli, lho. Ini bisa jadi sinyal akumulasi. Beli di kelemahan (Rp1.220-Rp1.240) untuk target Rp1.305 dan Rp1.355. Stoploss-nya di bawah Rp1.180.

Terakhir, United Tractors (UNTR). Saham ini terkoreksi cukup dalam, 5,87 persen ke Rp25.675 dengan tekanan jual yang masih kuat. Tapi, secara teknis masih bertahan di atas MA200. Untuk yang satu ini, rekomendasi Buy on Weakness ada di kisaran Rp24.975-Rp25.400. Target harga: Rp25.800 dan Rp26.175, dengan batas stoploss di bawah Rp24.550.

Jadi, intinya pasar punya potensi naik, tapi tetap awasi risiko koreksi. Keempat saham tadi menawarkan peluang dengan strategi beli di kelemahan, cocok untuk yang punya modal lebih dan mental kuat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar