"Mulai dari asal muasal kuota haji tambahan ini, di mana pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan 20.000 kuota, yang bertujuan untuk memangkas panjangnya antrean ibadah haji reguler di Indonesia," sambungnya.
Upaya penyidik ternyata tak cuma di dalam negeri. Untuk mengusut tuntas, mereka bahkan terbang ke Arab Saudi. Di sana, mereka mengecek langsung fasilitas-fasilitas haji. Temuan di lapangan itulah yang kemudian dikonfirmasi ulang kepada Gus Yaqut dan saksi lain dalam pemeriksaan.
Hasilnya? Menurut Budi, semua temuan itu saling menguatkan dan membentuk konstruksi kasus yang utuh. "Sehingga ini menjadi utuh konstruksinya," katanya.
Ia kemudian merinci alur yang diduga penyidik. "Mulai dari awal proses diskresinya yang bertentangan dengan Undang-Undang 8 2019, kemudian pembagian kuotanya, kemudian adanya dugaan aliran uang kepada oknum-oknum di Kementerian Agama."
Kasus ini jelas masih panjang. Pemeriksaan terhadap Gus Yaqut dan saksi-saksi kunci lainnya kemungkinan masih akan berlanjut, seiring upaya KPK menyusun berkas yang solid.
Artikel Terkait
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear