Kendali Trump Tergelincir, Netanyahu Diduga Kendalikan Gedung Putih Lewat DOJ

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:20 WIB
Kendali Trump Tergelincir, Netanyahu Diduga Kendalikan Gedung Putih Lewat DOJ

✍🏻@HealthRanger

Analisis situasi saat ini menunjukkan satu hal: Donald Trump tampaknya sudah tak lagi punya kendali penuh atas pemerintahannya sendiri. Fakta yang cukup mencolok adalah, Departemen Kehakiman (DOJ) justru terlihat tunduk pada perintah Netanyahu. Perintah itulah yang diduga memicu rilis terbaru berkas-berkas Epstein dengan nama Trump sengaja dibiarkan terbuka, tanpa sensor. Ini bukan kebetulan. Menurut sejumlah pengamat, aksi ini adalah bentuk ancaman pemerasan yang nyata, sebuah respons keras setelah Trump baru-baru ini menolak menggelar serangan militer besar-besaran terhadap Iran.

Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Ada gelagat lain yang lebih mengkhawatirkan. Hari ini, pasar dihantam aksi jual massal emas, perak, dan saham. Diduga, teroris finansial yang berafiliasi dengan Israel berada di balik rekayasa ini. Pesannya keras dan jelas ditujukan ke Trump: “Ikuti kemauan kami, atau kami akan hancurkan ekonomi dan lengserkan kepresidenanmu.”

Jelas sekali, DOJ telah berbalik melawan presidennya sendiri. Artinya, Pam Bondi atau Pamela Jo Bondi, Jaksa Agung AS berfungsi persis seperti yang diinginkan Israel. Dia menjadi penegak kehendak Netanyahu, meski harus melawan kepentingan Amerika. Trump seolah dipaksa untuk mengorbankan aset militer AS, bahkan mungkin nyawa tentaranya, demi memuaskan ambisi Israel yang haus untuk menghancurkan Iran.

Trump sendiri sepertinya menyadari permainan ini. Dalam unggahan di Truth Social tanggal 16 Juli 2025, ia nyaris mengakui situasi tersebut.

“Mereka yang menciptakan Berkas Epstein, sama seperti mereka yang dulu membuat Dokumen PALSU Hillary Clinton/Christopher Steele untuk menjatuhkan saya. Dan sekarang, orang-orang yang disebut ‘teman’ saya malah bermain sesuai skenario mereka,” tulisnya.

Intinya? Kendali sudah lepas.

Netanyahu-lah yang kini menjalankan Amerika. Lewat Departemen Kehakiman, FBI, dan seluruh tubuh pemerintahan Trump.

Setiap elemen pemerintah federal kini mengarahkan ancaman pada Trump. Ancaman itu beragam: kekacauan ekonomi, kerusuhan sipil, hingga gejolak geopolitik. Semuanya akan dilepaskan kecuali Trump mau menuruti titah Netanyahu.

Apa yang terjadi hari ini bisa dilihat sebagai “serangan balik” dari intelijen Israel. Mereka pamer kendali atas informasi dan pasar keuangan, sekaligus menyampaikan pesan peringatan terakhir kepada Trump: Luncurkan perang total dengan Iran, atau kami bubarkan kepresidenanmu dan ikutkan ekonomi AS dalam kehancuran itu.

Dalam beberapa hal, situasi ini bahkan lebih parah dari ledakan pager. Tapi esensinya sama saja.

Jika Trump akhirnya menyerang Iran dengan kekuatan penuh, Israel akan memastikan pasar keuangan melonjak lagi minggu depan. Ilusi “kekayaan” akan dipulihkan, dan kepresidenan Trump yang sangat bergantung pada persepsi kekuatan ekonomi akan dilindungi.

Tapi jika ia menolak? Maka mereka akan menyingkirkannya dari kursi kekuasaan. Caranya dengan mengungkit dokumen-dokumen memberatkan, asli atau palsu, lalu menggantikannya dengan orang lain mungkin Vance yang lebih patuh.

Amerika, pada dasarnya, adalah negara yang diduduki. Orang-orang yang kita pilih untuk memimpin ternyata sama sekali tidak memegang kendali.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler