Sabtu (31/1) lalu, langit Jalur Gaza kembali gemuruh. Rentetan serangan udara Israel menghantam wilayah itu, menewaskan sedikitnya 11 orang. Korban justru berasal dari mereka yang mencari perlindungan di tenda-tenda pengungsian.
Yang menyayat, serangan ini terjadi saat gencatan senjata yang sudah berlaku sejak Oktober tahun lalu masih dikatakan berlaku. Menurut laporan AFP, situasi di lapangan ternyata jauh dari kata damai.
Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, memberikan konfirmasi pilu. Institusinya yang beroperasi di bawah otoritas Hamas menyebut serangan itu menargetkan warga sipil.
"Korban tiba di sejumlah rumah sakit, baik di Gaza City utara maupun Khan Younis di selatan," ujarnya, menyebut sedikitnya 20 orang lainnya luka-luka.
Artikel Terkait
Waspada! Modus Penipuan E-Tilang Kembali Menyebar Lewat WhatsApp dan SMS
Tubuh Terseret Aspal, Motor Raib Usai Insiden Balap Liar di Bogor
CFD Besok Sediakan Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta untuk Lansia dan Disabilitas
Genangan Air Masih Selimuti Lima RT di Jakarta Utara