Barsh tak cuma menyampaikan data. Suaranya lantang mengecam. "Israel terus melakukan pelanggaran serius," katanya. Ia juga menyoroti kondisi yang semakin suram: kekurangan pasokan medis dan obat-obatan yang parah terus mendera.
Di sisi lain, laporan dari kantor pers pemerintah Gaza pada hari yang sama menyebut detail yang lebih pribadi. Serangan di selatan itu merenggut nyawa tujuh orang dari satu keluarga. Seorang anak dan seorang lansia termasuk di antara korban yang meninggal di tenda pengungsian mereka sendiri.
Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat ini sebenarnya sudah memasuki fase kedua sejak Januari. Rencananya, fase ini mencakup perlucutan senjata Hamas, penarikan tentara Israel secara bertahap, serta pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional. Namun di tanah Gaza, janji-janji di atas kertas itu seperti tak punya arti di tengah dentuman dan duka yang terus berulang.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka